My Google Story


Dreams come true! Finally I’m start working for Google, the internet giant, the dream company to work for many people. Oops, save your imagination first, because my story this time is far from what you might imagine when someone works for Google. This story was about my 6-months experience in Google Sydney, not from the office, but from from the kitchen, where we, The Google Food Team preparing all food and beverages for all Googlers. Here’s My Google Story!

Notes:
Originally written in Bahasa Indonesia

Continue reading “My Google Story”

Advertisements

Cerita Saya di Google


Dreams come true! Saya akhirnya bekerja di Google, sang raksasa internet, perusahaan impian banyak orang. Ups, simpan dulu imajinasi kalian, karena cerita saya kali ini sangat jauh dari apa yang kalian mungkin bayangkan ketika mendengar seseorang bekerja di Google. Cerita ini akan berfokus pada pengalaman saya selama 6 bulan di Google Sydney, bukan dari kantornya, melainkan dari dapurnya, tempat kami, Google Food Team mempersiapkan segala makanan dan minuman untuk para Googlers. Inilah My Google Story!

Notes:
Also available in English version. (I’ve tried my best to translate it manually, i’m sorry for any grammars error).

Continue reading “Cerita Saya di Google”

Review Game – Life is Strange


Bulan Mei ini, aku kembali meluangkan waktuku untuk bermain game kembali. Salah satu game yang aku mainkan adalah Life is Strange, sebuah game episodik (saat tulisan ini dibuat, sudah mencapai episode ke-3 dari total 5 episode) bergenre story-telling, mirip seri game The Walking Dead dari Telltale Games. Game ini dikembangkan oleh Dontnod Entertainment, dan dipublikasikan oleh Square Enix.

Life is Strange

Pemain memainkan karakter utama, seorang gadis remaja 18 tahun bernama Max, menjalani kehidupan remajanya di Blackwell Academy. Max memiliki kemampuan yang tidak ia sangka-sangka, yaitu Time-Control, ia bisa mengendalikan waktu ke belakang. Sejalan dengan cerita, kemampuan Max ini ternyata bisa dimanipulasi dan dikembangkan lebih jauh.

Ok, masuk ke dalam tahap-tahap review game yang saya bagi ke 3 bagian,

  1. Cerita
  2. Cara Main
  3. Faktor Fun

Dari sisi cerita, tidak diragukan ini salah cerita terbaik dalam video game saat ini. Sekilas ketika saya memainkan game, khususnya di episode ke-3, saya teringat akan beberapa momen keren dalam anime Steins Gate sehubungan dengan masa lalu dan masa depan (salah satu anime favorit saya). Mode rewind dalam game juga memungkinkan kita untuk mencoba jawaban dari sudut pandang lain, sehingga cerita tidak selalu monoton ke satu arah, dan memiliki banyak percabangan, salah satu replay value dalam game ini.

B-23I_KXEAAHcRo

Dari sisi cara main, easy to play, player cukup menjalankan Max ke manapun, eksplorasi layaknya Gone Home, menemukan fakta-fakta baru, dan akhirnya memilih pilihan yang diinginkan. Jika pilihan tersebut salah, player bisa mengulang dan memilih pilihan yang lebih tepat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

LIFE_IS_STRANGE_GAMEPLAY

Dari sisi faktor fun, saat memainkan game, saya merasa seperti menonton film independen yang benar-benar fresh. Lalu beberapa momen, seperti munculnya ayat-ayat emas Alkitab, kata-kata lelucon seperti ‘Amazing Spidermax‘ menjadi salah satu nilai fun tersendiri bagi saya. Eksplorasi juga menjadi hal yang fun, karena didukung dengan grafik yang cukup keren, kita bisa eksplorasi lingkungan sekolah, asrama, dan sebagainya.
2015-05-20_00005

2015-05-21_00002

Ok, skor akhir saya untuk game Life is Strange:

Cerita
9

Cara Main
7

Faktor Fun
8

Keseluruhan
24/30