Cerita “Do it Scared” Saya


Semenjak masuk 2018, rasanya sudah begitu lama saya tidak kembali menulis, sebuah “hobi terpendam” yang kembali terpendam selama beberapa bulan di awal 2018. Saya tidak mau menyalahkan kesibukan kerja dan kemalasan diri saya, semua karena selama beberapa bulan ini fokus saya terpecah belah. Saya kesulitan menemukan life purpose dan fokus saya, lalu masuk kembali ke dalam lingkaran kegalauan yang tak berkesudahan, hingga saya lupa hobi menulis dan berbagi cerita ini. Puji Tuhan, selesai dari Easter Retreat selama Paskah 2018 kemarin, saya perlahan kembali menemukan dan meneguhkan hasrat hidup ini, salah satunya yah dengan menulis.

“Do it Scared!” , sebuah frasa sederhana 3 kata ini begitu punya makna mendalam bagi saya. Seringkali tanpa saya sadari, sudah begitu banyak hal-hal yang saya takuti (dulunya), telah saya lalui dan beberapa di antaranya menjadi sebuah hal yang biasa saya alami sekarang. Ketika kamu merasakan ketakutan akan sebuah hal baru, lingkungan baru, lakukan itu dengan rasa takutmu, do it scared!

Continue reading “Cerita “Do it Scared” Saya”

Advertisements

My 2017 Flashback – A Link to the Future


2018 is coming, resolution and hope begin to be prepared, and also a chance for us to reflect about the past year. In 2017, using Australian Work And Holiday visa, I’m exploring Australia for one year, away from family in Indonesia, learn and trying to survive in a country where I have no working experience at all. This blog post is also become my end of the year reflection, pause my busy life for a moment to look back what I do in 2017, and i hope it can become “a link to the future”.

Continue reading “My 2017 Flashback – A Link to the Future”

Sedikit Cerita dari South Coast Sydney


Hari ini, Minggu, 23 April 2017, untuk kedua kalinya saya ‘jalan-jalan’ bersama komunitas Sydney Explorers. Jalan-jalan kali ini dinamakan South Coast Classic, di mana kami bersama-sama melakukan perjalanan seru (baca: jalan kaki) dimulai dari berkumpul di Gerringong Station sebagai meeting point, lalu menuju Berri Beach via jalanan dalam kota, menyebrangi Werri Lagoon, menikmati Coastal Track yang sungguh unik, melihat blow hole di Kiama, dan berakhir di Minnamura (*kok terdengar seperti nama dalam bahasa Jepang ya?). Lokasi South Coast ini berjarak sekitar 2 jam perjalanan dengan kereta dari Sydney Central, sangat jauh dari keramaian kota layaknya Blue Mountain. Di sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan pantai yang begitu indah, ibarat ‘jalur pantura’ di pulau Jawa, Indonesia. Lewat nuansa alam yang ‘aduhai’ ini, sungguh deh terbayar rasa capek saya setelah berjalan kaki sepanjang 22 km.

Lewat tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit cerita dari jalan-jalan bersama Sydney Explorers di South Coast Sydney, Australia ini.

Continue reading “Sedikit Cerita dari South Coast Sydney”