Breaking Down the Comfort Zone


Tahun 2016 yang baru saja berlalu, menjadi tahun pivotal bagi saya untuk mencoba keluar dari comfort zone dan kembali lagi ke learning zone serta melanjutkan pencarian api kecil dalam diri saya, untuk tujuan apa saya hidup? Awal tahun 2016, saya mulai merasakan kenikmatan berada di comfort zone. Bekerja di sebuah perusahaan bonafit, yang sesuai dengan passion saya di bidang teknologi dan video game, dengan penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup saya. Namun, tiga tahun kemudian, saya mulai berpikir untuk melompat lebih tinggi lagi, salah satunya dengan meninggalkan comfort zone ini.

Saya mulai mencari kegiatan dan komunitas di luar kantor, dipertemukanlah saya dengan komunitas SEP Mudika (Sekolah Evangelisasi Pribadi untuk Muda Mudi Katolik) di Jakarta. Kami berkumpul untuk belajar bersama, fellowship bareng, berbagi kisah dan pengalaman hidup, perayaan dan doa ulang tahun, sampai dengan proses melayani bersama selama kurang lebih satu tahun. Saya belajar keluar dari comfort zone lewat komunitas ini, dengan belajar membiasakan diri berdoa baik secara pribadi maupun berkelompok, dan lebih banyak bersyukur dalam hidup.

Saya juga mencari kegiatan yang sesuai dengan passion saya di bidang teknologi. Saya pun bergabung dalam kelas “StartUp Mission” dengan mentor pak Andy Zain dari Kejora Ventures dan pak Josua Iwan Wahyudi (EQ Trainer dan Coach). Selama kurang lebih 3 bulan, dari bulan April hingga Juli 2016, saya belajar berbagai ilmu entrepreneurship, mencari sebuah ide bisnis dan mengeksekusinya, serta mempersiapkan segala sesuatu untuk membangun sebuah startup, jenis kewirausahawan di bidang internet dan teknologi. Menjadi salah satu impian saya ketika saya keluar dari comfort zone dan bisa membangun sebuah startup teknologi yang membantu mencari solusi untuk kehidupan yang lebih baik.

Inilah titik balik kehidupan saya, breaking down the comfort zone dengan resign dari perusahaan tempat saya berkarya selama tiga tahun dan memulai petualangan baru saya di Australia. Dengan Working Holiday Visa (selanjutnya disingkat WHV), saya menemukan pengalaman hidup yang sungguh luar biasa di dunia baru bernama Australia ini. Bekerja casual sebagai seorang Kitchen Hand sungguh tidak pernah terbayang dalam benak saya sebelumnya. Saya belajar berbagai macam kegiatan di dalam dapur seperti mencuci piring, menggunakan dishwasher machine, mengatur stok persediaan bahan makanan, membersihkan berbagai perlengkapan di dapur, dan lain sebagainya. Pekerjaan yang sungguh membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat, saya sempat berpikir untuk menyerah di dua minggu pertama bekerja, namun kenyataannya saya masih bertahan di sini hingga saat ini selama kurang lebih satu setengah bulan. Saya belajar semangat pantang menyerah dari salah satu negeri favorit saya, Jepang.

Tentu saya tidak ingin satu tahun Working Holiday di Australia ini dihabiskan hanya untuk menjadi Kitchen Hand. Saya juga ingin mencoba bidang pekerjaan baru lainnya dan tentunya sambil mencari kesempatan bekerja di bidang yang saya tekuni saat ini, Teknologi Informasi dan Video Game. Di masa muda ini, saya tidak mau terlalu lama menikmati Comfort Zone, dan selalu mempersiapkan diri untuk masuk ke Learning Zone lagi, sambil menghindari yang namanya Panic Zone.

Inilah Breaking Down the Comfort Zone versi Enlik, selalu haus untuk belajar karena selalu ada satu hal baru untuk dipelajari, dan selalu mengerjakan hal-hal yang kecil dengan cinta yang besar.

Berkah Dalem

 

Baca juga tulisan saya “Sedikit Cerita di Tahun 2016” di sini:
https://enliktjioe.wordpress.com/2016/12/26/sedikit-cerita-di-tahun-2016-secercah-harapan/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s