#ILoveIndonesia Serba Pertama di Kota Surabaya


Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan solo travelling sekaligus pertama kalinya mengunjungi kota pahlawan, Surabaya. Sebenarnya keinginan untuk melakukan solo travelling ini sudah cukup lama terlintas di pikiran saya, namun akhirnya baru kesampaian sekarang. Saya akan melakukan petualangan pertama saya ini ke Surabaya dan Malang dari tanggal 4 s/d 8 September 2016.

Perjalanan ini juga menjadi bagian dari cleaning journey yang ingin saya lakukan untuk mem-pause sejenak kereta kehidupan saya, setelah memutuskan salah satu pilihan terberat dalam hidup saya, resign dari perusahaan game idaman saya. Hidup saya terasa melaju sangat cepat, sampai terkadang saya lupa ada waktunya untuk “berhenti sejenak” untuk kembali menemukan “api kecil” dalam diri saya yang sudah lama meredup. Saya percaya Miracles Happen Every Day dan juga everything happen for a very good reason, Tuhan selalu punya rencana yang “sangat baik” untuk keajaiban hidup kita, bahkan saat dalam kondisi terburuk sekalipun.

Perjalanan 14,5 Jam dengan Kereta Api

Saya berangkat ke stasiun Pasar Senen kira-kira pukul 08:30 pagi, menyusul jadwal keberangkatan kereta pada pukul 10:30 pagi. Kini telah tersedia fasilitas Check-in Mandiri sehingga saya yang membeli tiket secara online dapat langsung mencetak boarding pass setibanya di stasiun. Proses check-in ini dapat dilakukan 12 jam sampai dengan 10 menit sebelum keberangkatan kereta. Saya berangkat menggunakan Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan jurusan Stasiun Pasar Senen – Surabaya Gubeng.

Surabaya 4 Sept 2016_3671.jpg
Antrian Check-in Mandiri
Surabaya 4 Sept 2016_450 edited.jpg
Boarding Pass Tiket KA model baru

Jika ada hal yang disesali ketika saya sudah berada di dalam kereta, yaitu saya lupa membeli snack dan air mineral 1.5L untuk kebutuhan supply makanan dan minuman selama di kereta. Alhasil, saya akhirnya membeli di dalam kereta yang notabene harganya cukup melambung tinggi.

Surabaya 4 Sept 2016_1765.jpg
Lokasi Pantry di dalam Kereta, kira-kira posisinya di Gerbong 4 atau 5
Surabaya 4 Sept 2016_1087_edited.jpg
Makanan di dalam Kereta
Surabaya 4 Sept 2016_5353.jpg
Snack yang dibeli di dalam Kereta

Waktu 14.5 jam di dalam kereta api juga menjadi perjalanan panjang terlama yang pernah saya lalui. Beberapa waktu di dalam kereta juga dapat saya gunakan untuk belajar IELTS (saya akan mengikuti ujian IELTS pada 10 September 2016 mendatang) lewat beberapa materi e-book yang saya sudah persiapkan di dalam Macbook. Di waktu yang sama, 3 September 2016, menjadi tanggal penayangan perdana Persona 5 The Animation  “The Day Breakers”. Beruntung saya sudah mempersiapkan paket internet Telkomsel sebelum memulai keberangkatan ini, karena provider internet yang saya biasa gunakan di Jakarta, BOLT 4G, jangkauan masih cukup terbatas. Overall, koneksi internet dari Telkomsel cukup stabil selama 14.5 jam perjalanan saya di kereta.

 

Tiba di Kota Surabaya

Kira-kira pukul 01.30 hari Minggu dini hari, saya tiba di stasiun Surabaya Gubeng. Saya mengulur waktu sejenak di Indomaret terdekat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Capsule Homestay Jl. Kedungdoro dengan jarak kira-kira 2-3 km dari stasiun. Tak terpikir di benak saya saat itu untuk menggunakan layanan GOJEK yang ternyata sudah tersedia di kota Surabaya. Alhasil, saya menikmati jalan kaki dini hari beberapa saat di kota Surabaya ini.

Surabaya 4 Sept 2016_2021.jpg
Tiba di stasiun Surabaya Gubeng! 🙂

 

Surabaya 4 Sept 2016_2219.jpg
Sarapan dini hari di Indomaret dekat Stasiun
Surabaya 4 Sept 2016_8692.jpg
Terima kasih GO-JEK

Misa Minggu Pagi di Gereja St. Vincentius A Paulo

Bingung mau ke mana di sekitaran Capsule Homestay sekitar pukul 04:00 pagi saat itu, tiba-tiba terbesit pikiran untuk mencari Gereja Katolik terdekat dari sini. Dituntun oleh tangan Tuhan (*rohani banget ya), saya mengikuti misa Minggu pagi pukul 05.30 di Gereja Katolik St. Vincentius A Paulo, Jl. Widodaren 15, Surabaya. Para Bapak petugas keamanan di pos pintu masuk Gereja ini juga sungguh amat baik, obrolan singkat kami lalui sambil menunggu jadwal misa. Dua tas yang saya titipkan juga terjaga dengan baik, meskipun sebelumnya saya sempat khawatir karena ada sebuah Macbook dan barang berharga lain di dalamnya.

BEKRAF Developer Day Surabaya

Selesai misa Minggu pagi kira-kira pukul 07:00 pagi, saya bergegas ke Capsule Homestay untuk menitipkan beberapa barang dan mandi sejenak. Mas-mas penjaga hostel ini juga sangat ramah terhadap tamunya, meskipun belum bisa check-in pagi ini, saya diperbolehkan mempergunakan kamar mandi dari hostel ini. Selesai mandi, beres-beres, dan sarapan, saya menuju JW Marriot Hotel, lokasi acara BEKRAF Developer Day Surabaya, yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Surabaya 4 Sept 2016_7121.jpg
Jauh-jauh ke Surabaya, sarapannya malah Bubur Jakarta :p

Saya menikmati setiap pesan yang disampaikan oleh pembicara dalam acara ini. Banyak orang-orang besar dan beberapa di antaranya adalah inspirasi saya untuk berkecimpung di dunia industri kreatif ini. Setelah keynote dan pembukaan, ada empat pembagian sesi dalam kegiatan ini, yaitu Apps, Web, Games, dan IoT (Internet of Things). Saya juga bertemu beberapa rekan-rekan sesama game developer Surabaya dan beberapa teman lama, para pelaku industri kreatif Indonesia, yang sudah saya kenal semenjak masa-masa kuliah saya dahulu. Lewat kegiatan ini, saya seakan bernostalgia dengan masa kuliah saya dahulu, karena banyak sekali saya temui para pelajar dan mahasiswa di sini. BEKRAF Developer Day Surabaya saya harap menjadi satu milestone untuk para jiwa muda calon pengembang untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang industri ini dan segera memulai karya-karya kreatif nya. Seperti pidato Bung Karno yang sempat bu Risma (walikota Surabaya) sampaikan, “Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” (ini bukan 10 lagi, tapi 1200 orang muda).

7525908192_f28539688a_o.jpg
Sumber: Flickr.com
Surabaya 4 Sept 2016_8781.jpg
Perjalanan pulang ke Capsule Homestay, anak-anak bermain sepatu roda di trotoar jalan raya, pemandangan yang jarang ada di Jakarta

Tunjungan Plaza Surabaya dan Apeng Kwetiau Medan

Sekembalinya saya ke Capsule Homestay, saya check-in dan beristirahat sejenak di dalam kamar model capsule ini. Minimalis, nyaman, dan bersih menjadi nilai lebih dari hostel terjangkau ini. Saya mengisi waktu malam dengan mengunjungi Tunjungan Plaza untuk sekedar melihat suasana mal terbesar di kota Surabaya.

Makan malam di restoran Apeng Kwetiau Medan, Jl. Kedungdoro, menjadi makanan penutup hari ini. Review yang positif dan lokasi yang dekat dengan hostel menjadi pertimbangan saya memilih makan di sini. Tanpa disangka, antrian menunggu untuk masuk ke dalam restoran cukup banyak, menunjukkan tempat makan ini memang favorit bagi warga Surabaya. Saya memesan Kwetiau Siram, dan memang rasanya luar biasa *uenakk, maknyus pokoke!

Surabaya 4 Sept 2016_8448.jpg

Surabaya 4 Sept 2016_9298.jpg
Kwetiau Siram, haoo cia!

Hal unik yang saya lihat di sini juga adalah banyaknya orang Chinese, beberapa diantaranya orang Khuntien, yang ketika berbicara logatnya cukup *medok layaknya orang Surabaya asli. Saya kembali diingatkan tentang “lingkunganmu adalah gambaran dirimu”, bahwa perilaku, gaya bahasa kita sangat dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar, lingkungan di mana kita tinggal.

Kembali ke Hostel, saya membeli koran Jawa Pos untuk sekedar update berita di sekitar tempat saya tinggal saat ini, Surabaya dan Jawa Timur. Dan akhirnya bisa menutup hari ini dengan tidur di kasur yang sangat nyaman.

Surabaya 4 Sept 2016_5102.jpg
Keramaian penjual makanan di sepanjang Jl. Kedungdoro
Surabaya 4 Sept 2016_6261.jpg
Kembali ke Capsule Homestay
Surabaya 4 Sept 2016_1731.jpg
Percaya, Tidak Percaya

Sekian cerita hari pertama saya di Surabaya, mulai dari yang rohani sampai yang jasmani, hampir semuanya serba pertama. Jika niat dan kesempatan ada, saya akan melanjutkan tulisan cerita perjalanan saya di Surabaya dan Malang ini.

Terima kasih untuk yang sudah membaca. Hatur nuhun! 🙂

Galeri tambahan:

Advertisements

One thought on “#ILoveIndonesia Serba Pertama di Kota Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s