Sedikit Cerita dari Pontianak – Bagian Pertama


Setelah mengumpulkan niat untuk kembali menulis cerita perjalanan, akhirnya tulisan ini rampung. Ini adalah sedikit cerita saya tentang perjalanan pulang kampung ke Pontianak selama satu minggu, 20-26 Juni 2016. Saya percaya “Everything Happens for a Very Good Reasons”. Selamat membaca! 🙂
 
Hari Pertama
Pontianak sebuah nama kota yang terkenal karena berada di garis khatulistiwa, dan ini menjadi perjalanan saya kembali ke kampung halaman setelah enam tahun tidak pulang.
Berangkat jam 10 pagi ke Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk check in dan menunggu boarding pass keberangkatan pesawat Lion Air JT714. Menjadi pengalaman pertama saya berangkat sendiri.  Koran gratis yang didapatkan membuat sedikit up to date dengan berita hari ini. Boarding pass dibuka pukul 13.20 dan pesawat berangkat pukul 13.50. Sampai di bandara Supadio pukul 15.20 dan akhirnya berangkat ke daerah Siantan. Rasa bahagia pun terasa dalam hati saya karena bisa tiba dengan selamat di kota Pontianak.

PTK 20-26 Jun_9925PTK 20-26 Jun_3040
Dijemput oleh 5ie di bandara, kami berdua langsung bergegas berangkat menuju daerah Siantan, rumah 2ie kami di sini. Kami sempat mampir ke Kaisar supermarket untuk belanja beberapa makanan dan minuman untuk acara kumpul keluarga malam harinya. Lokasi supermarket ini juga berdekatan dengan Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak. Terlihat dari kejauhan, Gereja Katedral ini sangat megah, “saya harus menyempatkan waktu ikut misa di sini’, pikir saya.
Jalanan yang cukup macet, membuat saya tiba di rumah tante cukup lama. Hal ini disebabkan lalu lintas yang padat karena jam pulang kerja sekaligus jam ngabuburit buka puasa. Tiba di rumah 2ie, saya langsung mandi dan bersiap berangkat ke rumah 4ie, yang lokasinya sangat dekat juga.
PTK 20-26 Jun_1782.jpg
Jembatan di Kota Pontianak, yang sering dibilang sebagai ‘Tol’
Berkumpul di rumah 4ie, ada MingCe dan suami (ko Julius), Ko Aphiau dan istri (Asou), Jiku dan Jikim, keluarga 4ie, Mama dan Jordan, Tua-ie, 2ie dan 2tio, dan tentunya keponakan-keponakan lucu seperti Jocelyn Quinn, Jofanka Quinn, Katniss, Liam, lalu ada Jojo (Jonathan) anak 5ie. Kami membuat masakan seperti pangsit, ayam bakar, sosis, kentang, kacang merah, dan juga jagung rebus. Untuk pertama kalinya, saya berkesempatan melihat keponakan-keponakan yang lucu.
Kembali ke rumah 2ie, kami kembali ke kamar (kamar ko Aphiau), sekamar dengan Jordan, Ilandry (selanjutnya Randi) dan Ivan, istirahat malam, sambil ngobrol dan menonton KungFu Panda 3.
PTK 20-26 Jun_2068
Keponakan yang lucu-lucu
Hari ke-2
Hari ke-2, pagi harinya, saya sarapan kwecap. Lalu siangnya kami mampir ke rumah ko Aphiau, yang notabene ada koneksi internet dari Telkom Indihome. Sebelum naik, kami diberi makan, dan snack rumput laut yang sangat enak. Saya juga melihat koleksi action figure yang cukup lengkap, terutama karakter One Piece yang saya sukai. Saya sempat menonton beberapa film dari HBO On Demand seperti Wreck It Ralph, Underdog, lalu dvd bajakan film terbaru Warcraft. Lalu bersama Meilinda, Le Le, Mario, Ivan, Randi, kami bermain permainan kartu seperti kartu hantu dan cangkul, serta kartu bohong ajaran dari ko Aphiau. Saya dan Randi membeli makan siang bakmie di tempat makan bernama A Liong Singkawang. Menonton TV di bawah, tanpa disangka saya melihat teman SEP Mudika saya, Maria Christy, di sebuah acara kesehatan dari channel lokal Pontianak RUAI TV.
PTK 20-26 Jun_6496
Kwecap, makanan khas Pontianak
PTK 20-26 Jun_9737
Christy, teman SEP Mudika saya di sebuah acara dari RUAI TV Pontianak

PTK 20-26 Jun_2727PTK 20-26 Jun_2878

Tanpa terasa sore hari pun tiba, ko Aphiau berjanji untuk mengajak kami makan malam bersama. Selesai mandi sore, sambil menunggu ko Aphiau datang, kami bermain game kartu Werewolf untuk 8 orang, sampai akhrinya kami bersiap berangkat ke daerah Jl. Siam untuk makan malam di CCP Ichiban. Menu ayam pun menjadi andalan di CCP Ichiban ini. Family time bersama saudara-saudara sepupu di sini terasa menyenangkan. Sekembalinya ke rumah 2ie, kami menyempatkan diri kembali main kartu sampai kira-kira jam 11 malam.
CCP Ichiban 21Jun_4029.jpg
Makan Malam di CCP Ichiban
Hari Ke-3
Hari ke-3, saya bangun lebih pagi, kira-kira jam 4 pagi, lalu bersiap menuju katedral Pontianak bersama dengan Tua ie. Tanpa disangka, sebuah musibah terjadi, kaca spion kanan mobil 2tio tertabrak oleh sesuatu yang diduga sepeda motor. Tak lama berselang, dua orang laki-laki pengendara sepeda motor menghampiri kami di mobil, meminta kami untuk bertanggung jawab. Beberapa pertanyaan basa-basi seperti “Ibu baru bawa mobil ya?” “Ibu mau ke mana?” dilontarkan oleh dua laki-laki tersebut. Entah ini pertolongan Tuhan atau bukan, jawab dari Tua ie, “Kami mau pergi ke Gereja” membuat kami selamat dari kemungkinan modus perampokan yang biasa terjadi, apalagi menjelang hari Lebaran.Kami menunggu kurang lebih 5-10 menit menunggu kedatangan si korban yang menabrak kami, namun ia tak kunjung datang. Saya sempat galau apakah akan menghampiri si korban atau tetap di mobil bersama Tua ie. Tuhan memang berkehendak baik, saya akhirnya tetap berada di dekat mobil, walau saya sempat polos tidak curiga bahwa mungkin saja kedua orang laki-laki yang menunggu kami tersebut adalah orang-orang jahat. Kejadian pagi subuh ini menjadi pengalaman sekaligus dapat menjadi kesaksian bagi kami berdua.
Sesampainya di Katedral Pontianak, kami tiba tepat waktu, kira-kira lima menit sebelum misa harian pukul 05.30 dimulai. Kemegahan Katedral sangat terasa, walau umat yang hadir di misa harian sangat sedikit. Misa harian berlangsung kurang lebih selama tiga puluh menit dan ditutup dengan doa Angeluspukul enam pagi. Saya berfoto sebentar di depan altar dan mampir ke Goa Maria sebelum pulang kembali ke rumah 2ie.
93286.jpg
Altar Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak
93305.jpg
Goa Maria di Katedral Pontianak
Siang harinya, saya bersama Meilinda, Idelia (panggilan: LeLe), dan Jordan berangkat menuju rumah 4kou di dekat Jl. Purnama. Kami menggunakan dua buah sepeda motor, saya dengan Jordan, Meilinda dengan Idelia. Google Maps sangat membantu kami mencari lokasi rumah 4kou. Tiba di rumah 4kou, kami disambut oleh 4kou dan Bella (anak ketiga) yang sedang berada di rumah. Kami mengobrol hingga kira-kira pukul 12.00, sampai Fani (anak pertama) dan Anna (anak kedua) tiba di rumah. Fani dan Anna bisa tiba di rumah, karena kebetulan Fani sedang dalam waktu istirahat siang kantor dan lokasi kantornya sangat dekat dari rumah (kantor idaman!), sementara Anna hanya menjemput saja. Info dari 4kou, Anna saat ini masih disibukkan dengan tugas akhir kuliahnya, sambil merintis usaha dengan berjualan makanan ringan seperti snack rumput laut kemasan. Makan siang berupa kwetiau dan mie disiapkan untuk kami, sambil menyantap makanan kami mengobrol tentang banyak hal. Kira-kira jam dua siang, kami pulang dari rumah 4kou.
93289.jpg
Berkumpul bersama di rumah 4kou
93291.jpg
Bukan, ini bukan pacar saya, ini sepupu perempuan saya 🙂
Sepulangnya dari rumah 4kou, kami berempat menyempatkan diri mampir ke rumah Radakng. Infonya, rumah adat milik suku Dayak Kalimantan ini, biasanya dipergunakan untuk acara-acara outdoor besar di Pontianak. Tidak banyak yang bisa kami lakukan di sini, selain berputar mengelilingi rumah adat ini, mencari spot untuk foto-foto, dan menikmati pemandangan dari lantai dua rumah ini.
Rumah Radakng_1486Rumah Radakng_6477Rumah Radakng_6601Rumah Radakng_9191
Malam harinya, giliran 4kou yang mampir ke rumah 2ie di Jalan 28 Oktober, Pontianak. Tuan rumah dan beberapa saudara sedang pergi keluar untuk makan malam, sehingga saya, mama dan 5ie yang menjaga rumah 2ie. Kurang lebih pukul 18.30, 4kou tiba di rumah 2ie, bersama tiga orang anak perempuannya yang sudah dandan dan terlihat sangat cantik, ditambah satu orang pria, pacar dari Anna. Berkumpul di ruang tamu rumah 2ie, kami mengobrol banyak hal. Lagi-lagi kendala saya yang tidak bisa berbahasa Tiociu membuat saya kesulitan berkomunikasi. Satu pelajaran yang selanjutnya harus saya coba untuk selesaikan, untuk belajar lebih lagi tentang bahasa Tiociu. Tak lama kemudian, 2ie, 2tio, 4ie, 1ie dan keluarga tiba di rumah dan kami menikmati family quality time bersama.
4kou di rumah 2ie_1004kou di rumah 2ie_1275
Hari ke-4
Pagi hari di rumah 2ie, menjadi sedikit malapetaka bagi saya, karena harus menemani Jojo (Jonathan) bermain, anak 5ie yang luar biasa nakalnya. Jordan membantu saya mengambil flashdisk saya yang tertinggal di rumah ko Aphiau, dikarenakan saya tidak bisa keluar karena Jojo menempel terus dengan saya. Bersama duo J, Jocelyn dan Jojo, saya menemani mereka berdua bermain. Beberapa mainan juga mengingatkan saya sedikit demi sedikit tentang masa kecil saya dulu. Jocelyn adalah anak perempuan pertama dari ko’Aphiau, yang notabene adalah keponakan pertama saya dan cicit pertama dari Akong. Tingkat laku Jocelyn yang aktif dan menggemaskan cukup menghibur saya yang sudah disibukkan dengan berbagai hal di Jakarta. Hal ini mengingatkan saya bahwa keluarga saya di Pontianak ini begitu besar, dan masa depan mereka adalah tanggung jawab kita di masa ini. Semoga suatu saat saya dapat berkontribusi untuk Pontianak, kampung halaman saya ini.
93292.jpg
Lihat, bagaimana menggemaskan dua anak kecil ini! >.<
Selesai bermain dengan duo J (Jojo dan Jocelyn), saya dan Jordan memanfaatkan waktu luang untuk melakukan motor touring di kota Pontianak. Kami berkelana menyusuri kota Pontianak, mengunjungi tempat-tempat seperti AlfaMart, warnet VIP Cyber, Nasi Kari Achai (Jl. Siam), warnet Cyber Cafe, sampai terakhir ke Universitas Tanjungpura. Makan siang di Nasi Kari Achiang cukup mengenyangkan perut kami, semantara niat main game di warnet kami tunda. Pengalaman paling asyik yaitu saat mengunjungi Universitas Tanjungpura yang luar biasa luasnya. Ibarat UI (Universitas Indonesia) versi Pontianak, Untan (Universitas Tanjungpura) ini memiliki beberapa Fakultas, dengan salah satu yang unik adalah Fakultas Kehutanan, Tidak heran, mengingat Pontianak dan Kalimantan pada umumnya adalah daerah yang masih dipenuhi dengan hutan-hutan besar. Puas mengelilingi kawasan Untan, kami kembali ke rumah 2ie untuk bersiap berangkat ke Kumpai Besar, tempat tinggal Akong dan keluarga di sana.
93293.jpg
Kami berangkat kira-kira pukul 15.30 dengan mobil dan tiba pukul 17.00. Kembali menginjakkan kaki di tempat masa kecil saya bersama Akong, menjadi sebuah pengalaman pulang kampung sesungguhnya bagi saya. Saat itu saya masih berumur sekitar lima tahun, dan menikmati masa kecil saya yang katanya super duper bandel. Tidak lama berselang, Tua ku yang baru saja tiba di Pontianak, dijemput Ilandry dan tiba kira-kira pukul 19.00 sore sambil membawa makanan Sate dan Lontong, pas sekali dengan kami yang sedang lapar. Bincang-bincang saya dengan Tua-ku menjadi sebuah kesaksian Tuaku tentang bagaimana pertemuannya dengan Tuhan Yesus. Kembali saya diingatkan bagaimana Tuhan bekerja dalam segala sesuatunya, baik yang baik maupun yang buruk. Kalau kata Alkitab, “semua akan indah pada waktunya”. Saya juga sempat mengobrol dengan Akong, yang ternyata kini tingkat ‘pikun’-nya sudah naik kelas. Akong lupa hampir setiap anak dan cucunya, terkecuali mereka yang tinggal bersama Akong. Hal keren lainnya dari Kumpai adalah Parabola yang berusia puluhan tahun dan masih bekerja dengan baik sampai saat ini. Malam hari di kumpai ditutup dengan bermain permainan ‘kartu bohong’ bersama Ilandry, Ivan, Idelia, dan Jordan.
93276
Pemandangan dari Sungai Ambangah, Desa Kumpai Besar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Yup, itulah sedikit cerita saya tentang Pontianak hari pertama sampai hari keempat saya berada di sini (Senin s/d Kamis). Untuk bagian kedua (Jumat s/d Minggu) kalian bisa baca di sini.
Foto Tambahan
CCP Ichiban 21Jun_6945CCP Ichiban 21Jun_3631
4kou di rumah 2ie_61684kou di rumah 2ie_4887Rumah Radakng_2473Rumah Radakng_5214Rumah Radakng_7656Rumah Radakng_6875Rumah Radakng_9660
Advertisements

One thought on “Sedikit Cerita dari Pontianak – Bagian Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s