Sedikit Cerita dari Pontianak – Bagian Kedua


Blog post bagian kedua ini merupakan lanjutan dari bagian pertama.
Hari Ke-5 (Ulang Tahun Akong)
Kumpai dengan lokasi di desa Kumpai Besar, Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Saya yang belum terbiasa dengan air sungai, berusaha mandi dengan normal. Sekilas info, air dari Sungai Ambangah ini digunakan untuk hampir segala hal mulai dari mencuci, mandi, sikat gigi, dan sebagainya. Sementara untuk air minum, menggunakan air hujan yang ditampung dalam tabung oranye besar (*lupa namanya). Dan yang terparah, tidak ada tempat pembuangan akhir (TPA) di desa ini, sehingga membuat proses ‘buang sampah’ dapat dilakukan seenaknya di sungai ini. Bagi orang yang sudah mengenyam pendidikan sampai tingkat akhir, hal ini menjadi PR besar bagi siapa saja yang berkesempatan melihat fenomena ini, bagaimana sesuatu harus diupayakan untuk memperbaiki kebiasaan ini dan mengubah sistem pembuangan sampah, sehingga bukan hal yang mustahil melihat sungai Ambangah yang bersih di kemudian hari.

Kumpai Besar_4477
Toko Kelontong milik Akong dan keluarga
Kumpai Besar_2229
Di tepi Sungai Ambangah
Kumpai Besar_6810.jpg
Di depan Kelenteng desa Kumpai Besar
Hari yang ditunggu-tunggu tiba, ulang tahun ke-85 Akong, 24 Juni 2016. “Panjang umur, bahagia dan sehat selalu, Akong!”. Hampir seluruh anggota keluarga hadir di pesta ulang tahun ini, ditambah beberapa tamu dari lingkungan sekitar, yang notabene adalah teman-teman dan saudara dari Akong, 2ku dan 2kim. Porsi makanan yang luar biasa banyaknya disajikan dalam pesta ini. Kami di dapur bolak-balik untuk menyajikan makanan yang sudah siap ke meja-meja, untuk disantap para tamu. Ini menjadi pengalaman pertama saya menikmati suasana pesta ulang tahun yang begitu besar, namun tetap dalam tempat yang sederhana. Kue ulang tahun dengan lilin dan angka 85 menghiasinya, disiapkan untuk Akong. Foto-foto bersama anggota keluarga dimulai dari anak, cucu, hingga cicit, diiringi dengan lagu ’Selamat Ulang Tahun’, menambah kebahagiaan suasana pesta ulang tahun Akong tercinta ini.
S__2351108
Selamat ulang tahun ke-85, Akong!
S__2351107
Akong dan anak-anaknya
Hari Ke-6
Hari keenam, menjadi kesempatan terakhir untuk kembali menikmati kota Pontianak, dikarenakan besok paginya, saya sudah harus bersiap diri berangkat ke Bandara Supadio. Ayani Mall menjadi destinasi kali ini, sementara anak-anak bermain di Bee Bee Island (tempat mandi bola untuk anak-anak) ditemani mamanya, saya bersama Idelia dan Jordan, menyempatkan diri pergi ke Gramedia untuk membeli beberapa komik dan buku bacaan. Pas sekali saat itu sedang promo komik beli 3 dapat 1, saya memborong komik One Piece volume 16, 17, 25, dan terbaru 77. Sementara Idelia membelikan komik Detektif Conan, yang katanya kakaknya, Ivan, hobi membacanya. Selesai dari Gramedia, saya iseng browsing jadwal bioskop di 21 Ayani Mall, bioskop satu-satunya di Kota Pontianak. Kebetulan jadwal film “Finding Dory” yang dimulai pukul 12.30 pas dengan waktu kami di Mall. Jadi, saya pun menikmati tontonan bioskop untuk pertama kalinya di Kota Pontianak. Selesai dari Ayani Mall, kami makan siang dan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jakarta nantinya.
PTK Part 2_52PTK Part 2_7989PTK Part 2_880
 
Sebelum kembali ke kumpai, kami mengantar pulang Soi-ie dan anak laki-lakinya kembali ke rumahnya, lalu berangkat menuju rumah baru 4ie di Jalan 28 Oktober. Tua-ku untuk pertama kalinya melihat rumah baru ini. Sebentar kami disini, diakhiri dengan foto bersama sebelum berpisah dengan keluarga 4ie untuk sementara waktu. Sampai ketemu Yoyo, Meilinda, dan Monica Limantara bersaudara, tiga orang anak dari 4ie dan 4tio. Sampai di kumpai, langit sudah gelap dan menjadi malam terakhir kami di kampung halaman tercinta.
Rumah 4ie 25 Jun_1681Rumah 4ie 25 Jun_7910
Hari ke-7
Bersiap ke Bandara, kami berangkat dari rumah Akong jam 9 pagi menggunakan perahu mesin menuju daerah seberang. Hanya membutuhkan waktu kira-kira 10-15 menit, kami tiba di daratan seberang, dan berangkat naik mobil antar-jemput ke Bandara, yang sebenarnya sudah sangat dekat lokasinya. Pesawat Lion Air penerbangan Pontianak-Jakarta berangkat pukul 13.20 dan tiba di Jakarta pukul 15.10. Pengalaman selama enam hari di Pontianak, menjadi sebuah kesempatan berharga bagi saya secara pribadi. Bersyukur saya bisa membiayai tiket pesawat dengan uang hasil jerih payah sendiri, sehingga tidak menutup kemungkinan saya bisa rutin untuk pulang ke Pontianak di kemudian hari karena kemudahan memesan tiket pesawat saat ini. Terima kasih Pontianak!
Sekian sedikit cerita saya dari Pontianak, ambil pesan positifnya, abaikan cerita ‘ngalur ngidul’ yang saya tuliskan. 😃
I Love Indonesia!
Happy Blogging
Foto Tambahan
Kumpai Besar_95Kumpai Besar_4414Kumpai Besar_4821Kumpai Besar_5111Kumpai Besar_9161Kumpai Besar_9674Kumpai Besar_9742Rumah 4ie 25 Jun_6667Ultah Akong 85 tahun_2275Ultah Akong 85 tahun_3736Ultah Akong 85 tahun_5012Ultah Akong 85 tahun_7643Ultah Akong 85 tahun_9090Ultah Akong 85 tahun_9525
PTK Part 2_6194
PTK Part 2_616PTK Part 2_772
Advertisements

One thought on “Sedikit Cerita dari Pontianak – Bagian Kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s