#GeMiGu edisi 5 | 15-21 Februari 2016


Kembali lagi di edisi ke lima blog post mingguan ini. Minggu yang spesial karena bertepatan dengan rilisnya game Street Fighter V (selanjutnya disingkat menjadi SFV), pada tanggal 16 Februari 2016. Game ini menjadi pengisi waktu istirahat makan siang dan waktu pulang di kantor kami, Touchten Games. Kemudian, waktu luang minggu ini saya manfaatkan juga untuk menamatkan dua game PS4, ekspansi pertama dari The Witcher 3, Hearts of Stone, dan game thriller eksklusif PS4, Until Dawn. Saya juga menyempatkan diri mencoba game puzzle platformer rilisan 2009 karya Jonathan Blow, Braid. Dan yang tidak kalah seru di minggu ini, game berbasis HTML5, Red Carpet Rampage, menjadi game arcade casual yang seru, untuk memeriahkan ajang penghargaan Oscar yang akan dimulai beberapa hari lagi.

Yup, inilah GeMiGu edisi ke lima,

1.) Street Fighter V (PC, PS4)

Street-Fighter-V-620x350.jpg

Saya sebenarnya kurang familiar dengan seri Street Fighter, namun akhirnya saya putuskan untuk mencoba memahami mekanisme gameplay dalam seri ini. Belajar tentang apa itu jenis serangan (pukulan dan tendangan) dalam SFV ini, LightMediumHeavy, bagaimana mengeluarkan Hadoken (baca: jurus spesial), Critical Arts, combo-combo serangan, dan ilmu-ilmu game fighting lainnya. Langsung menghadapi para veteran game fighting di kantor, membuat saya merasakan kekalahan beruntun dalam game SFV ini. Namun daripada pesimis, saya justru berupaya menikmati sisi mutiplayer dan kebersamaan dalam sebuah game, dimana sebelumnya saya lebih banyak menikmati single player content dalam video game. Keuntungan yang saya dapatkan dengan memiliki game ini secara pribadi, saya bisa berlatih di rumah untuk sekedar belajar kombinasi tombol, dan tips-tips dari para pakarnya.

Terlepas dari beberapa review negatif di website gaming, Steam, saya tetap mampu menikmati game SFV ini. Karena memang motivasi awal saya membeli game ini, untuk fitur versus dan tutorial nya, sambil menunggu update terbaru dari Capcom.

Jadi, kamu penggemar Fighting Game dan suka bermain bersama teman-teman? Kamu wajib beli!

Kamu lebih suka konten single player dari sebuah game? Tunggu beberapa bulan lagi untuk membeli!

Have Fun Fighting! 🙂

2.) The Witcher 3: Hearts of Stone (PC, PS4, Xbox One)

witcher3_en_1441715161.jpg

Saya melihat The Witcher 3, sebagai game sequel yang dikembangkan dengan ‘sangat niat’ oleh CD Projekt Red, selaku developer dan publisher dari game ini. Mulai dari cerita dan sidequest yang sangat seru untuk dijalankan, visual mengagumkan, komposisi musik yang sangat baik, sistem pertarungan yang jauh lebih baik dari prequel nya, sampai ke detail-detail kecil seperti tumbuhnya janggut Geralt, aktivitas penduduk setiap lokasi yang begitu hidup, pilihan yang nantinya menentukan alur cerita, dan lain sebagainya.

Dengan ekspansi Hearts of Stone, developer asal Polandia yang juga memiliki platform game bernama GOG (Good Old Gaming) ini, menunjukkan bahwa sebuah game yang berfokus pada konten single-player offline, masih banyak diminati oleh gamer, dan tentunya menghasilkan pundi-pundi uang bagi pihak developer. CD Projekt Red juga cukup terkenal dengan kebijakan DRM-Free dan banyak DLC gratis yang ditawarkan nya untuk The Witcher 3, sebagai bentuk komitment mereka untuk kualitas dari game ini.

Memainkan Hearts of Stone, saya fokus untuk menyelesaikan main quest terlebih dahulu. Saya langsung terkesima dengan karakter-karakter baru (dan karakter lama) yang muncul di ekspansi ini seperti Olgierd von Everec, Vlodimir von Everec (favorit saya), Iris von Everec bersama kucing dan anjing penjaganya, Gaunter O’Dimm, Shani. Kualitas cerita, tidak diragukan lagi, sehingga menjadi ekspansi game terbaik yang pernah saya mainkan. Konten-konten baru seperti Gwent Card baru, senjata baru, dan beberapa detail lainnya juga menambah kenikmatan memainkan ekspansi pertama The Witcher 3 ini.

3.) Braid (PC, Mac, Linux)

braid.jpg

Puzzle, satu kata yang identik dengan sosok Jonathan Blow dalam setiap game yang diciptakannya. Braid menjadi jawaban beliau untuk dunia indie game, sebagai upaya memecahkan mainstream  dalam dunia game development. Memainkan Braid mengingatkan saya akan wawancara Jonathan Blow dengan Gamespot pada tahun 2012 yang lalu, beliau menekankan tentang Joy of Discovery dalam video game. So, kamu penggemar puzzle game? Mainkan salah satu game terbaik keluaran tahun 2009 ini.

4.) Leo’s Red Carpet Rampage (HTML5, Android)

red_carpet_rampage.jpg

Dalam rangka menyambut acara tahunan piala Oscar, game developer bernama The Line Animation mengembangkan sebuah game HTML5 bernama Leo’s Red Carpet Rampage. Leonardo Dicaprio selaku karakter utama dalam game ini, harus berlari mengejar piala Oscar yang sampai saat ini belum pernah didapatkannya. Dengan gaya arcade, game ini berhasil menampilkan sebuah game sederhana yang bisa dimainkan di web browser. Game dengan waktu bermain yang singkat ini, sangat fun untuk mengisi waktu luang kita. Semoga Leonardo Dicaprio benar-benar mendapatkan piala Oscar pertamanya tahun ini. 🙂

 

Demikianlah GeMiGu edisi kelima ini, sebagai penutup saya akan mengutip sedikit kata-kata bagus dari Kojima Productions

Screen Shot 2016-02-23 at 20.24.05.png

Have fun playing! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s