#ILoveIndonesia Mengenal Dataran Tinggi Dieng


#ILoveIndonesia , sebuah ide yang terlintas di kepala saya pada pertengahan bulan November 2015 ini. Saya berniat untuk menjadikannya sebagai tema blog post rutin, mungkin mingguan, dwi mingguan, atau bulanan, yang akan membahas tentang keindahan dan kekayaan tanah air tercinta, Indonesia.

Untuk blog post #ILoveIndonesia pertama ini, saya akan mencoba membuat tulisan tentang Dieng, sebagai salah satu destinasi favorit para wisatawan di Indonesia.  Kebetulan pada tanggal 13-15 November 2015 ini, saya bersama beberapa teman akan melakukan perjalanan ke Dieng. Oleh karena itu, selain berguna buat pembaca, tulisan ini juga sebagai berguna sebagai referensi pribadi saya sebelum berangkat ke Dieng. 🙂

Sumber: http://dieng.org/
Sumber:
http://dieng.org/

Apa sih Dieng itu?

Menurut Wikipedia, Dieng adalah kawasan dataran tinggi dan juga kawasan gunung api yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: Di yang berarti “tempat” atau “gunung” dan Hyang yang berarti “Dewa”. Sehingga jika digabung, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi tinggal. Dieng juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil “kentang” terbaik di Indonesia, dan sudah terkenal sampai ke mancanegara.

Dieng merupakan dataran tinggi (2000 mdpl) terluas di dunia setelah Nepal. Puncak tertingginya adalah Gunung Prau Dieng yang berada pada ketinggian 2565 mdpl. Suhu udara Dieng berkisar 12-21 derajat Celcius di siang hari dan 5-9 derajat Celcius di malam hari. Pada musim kemarau (bulan Juli – September), suhu udara dapat mencapai -4 derajat Celcius di pagi hari (foto).

Telaga Warna dan Pengilon

Telaga Warna Dieng adalah satu satu objek wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng dan merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Wonosobo. Lalu ada Telaga Pengilon, terletak di sebelah Telaga Warna, merupakan sebuah telaga yang memiliki air bening (jernih) dengan pemandangan yang menakjubkan di sekelilingnya.

Menurut dieng.org, legenda terjadinya Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng berawal dari kegagalan seorang Ratu terkenal yang memiliki putri berparas cantik yang akan dipinang oleh dua kesatria tampan. Kemudian sang Ratu mengadakan sayembara untuk kedua kesatria tampan tersebut membuat telaga yaitu Telaga Menjer dan Telaga Pengilon. Sayembara ini akan menetapkan bahwa siapa yang lebih cepat menyelesaikan pembuatan telaga, dialah pemenangnya dan akan menjadi suami dari putri sang Ratu.

Akhirnya kesatria pertama menyelesaikan lebih dini pembuatan Telaga Menjer. Kemudian dialah yang menang dan langsung bisa meminang sang putri. Suatu hari mereka berkunjung ke Dieng dan pandangan mereka langsung menuju ke Telaga Pengilon ternyata pembuatnya adalah kesatria kedua yang kalah perlombaan. Saat itulah sang Ratu berganti pikiran untuk menggantikan kesatria kedua yang menjadi menantunya. Ada beberapa alasan mengapa sang Ratu berubah pikiran. Telaga Menjer sebuah karya kesatria pertama memiliki air beriak atau bergelombang itu menandakan pembuatnya. Sedangkan Telaga Pengilon buatan kesatria ke dua airnya jernih, berkilau-kilau, tenang, penuh kedamaian yang menandakan si pembuatnya memiliki sifat baik.

Karena sangat terkesan dengan Telaga Pengilon maka sang Ratu dan sang Putri mandi di telaga tersebut, kemudian pakaian sang Ratu dan sang Putri yang berwarna-warni jatuh ke telaga yang lain. Saat itulah air telaga berubah warna lalu terciptalah Telaga Warna akibat hanyutnya pakaian sang Ratu dan sang Putri ke dalam air telaga.

Sumber: http://paketwisatatourdieng.com/
Sumber:
http://paketwisatatourdieng.com/
http://paketwisatatourdieng.com/
Sumber: http://paketwisatatourdieng.com/

Komplek Pertapaan Mandala Sari

Komplek “Pertapaan Mandala Sari”, merupakan komplek Goa-goa alam yang terletak di sebuah pulau kecil di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Tempat ini masih terasa suasana mistisnya, dengan tiga buah Goa alam yaitu, Goa Semar, Goa Sumur, dan Goa Jaran. Goa Semar adalah tempat yang sering digunakan orang-orang untuk melakukan meditasi, sehingga Komplek Goa ini dinamakan “Pertapaan Mandala Sari”. Sedangkan di dalam Goa Sumur terdapat mata air suci yang oleh para pemeluk agama Hindu disebut “Tirta Perwitasari”, di lokasi inilah umat Hindu sering mengadakan upacara ritual yang disebut Muspe/Mabakti atau Medhak Tirta.

Sumber: http://www.wisatadieng.com/obyek-wisata-dieng/komplek-goa-goa-alam/
Sumber:
http://www.wisatadieng.com/obyek-wisata-dieng/komplek-goa-goa-alam/

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang Dieng adalah salah satu kawah yang ada di Dieng yang aman untuk dikunjungi. Kawah Sikidang tidak berbahaya karena tidak mengandung karbondioksida seperti yang ada di Kawah lainnya di Dataran Tinggi Dieng. Kawah Sikidang juga paling mudah dicapai dan juga terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Dari karakter inilah nama Sikidang berasal karena penduduk setempat melihatnya berpindah-pindah seperti kijang (kidang dalam bahasa Jawa).

Kawah Sikidang Dieng ini berbau belerang yang agak menyengat jadi dianjurkan siapapun yang berkunjung ke kawasan Kawah Sikidang Dieng diharapkan memakai masker untuk mengurangi kadar bau belerang yang ada.

Di area kawah sikidang banyak terdapat kawah-kawah kecil dengan air mendidih. Air belerang sebenarnya bagus untuk pengobatan kulit seperti jerawat atau penyakit gatal lainnya sehingga bagi kita yang mempunyai masalah dengan kulit dapat memanfaatkan fenomena alam Dieng yang satu ini sebagai obat. Hanya mengoleskan sedikit air yang mengandung belerang di Kawah Sikidang di Dieng ke bagian kulit yang bermasalah.

Dikawah utama kita dapat menemukan penduduk setempat sedang merebus telur ayam maupun telur puyuh dan siap dijual jika wisatawan mengingikan mencicipi si telur rasa belerang ini. Banyak wisatawan penasaran mencicipi telur belerang rasanyapun tidak berbeda dengan rasa telur rebus hanya saja sedikit tercium bau belerang karena telur rebus belerang ini saat merebusnya di bungkus dengan plastik terlebih dahulu. Kita juga dapat berbelanja kentang Dieng yang baru dipanen, yang siap di jajakan oleh pedagang-pedagang lokal, buah carica, terung belanda, pring gondani, aneka macam bunga Edelwais dan lain sebagainya.

Sumber: http://obyekwisatadieng.com/2015/01/21/kawah-sikidang-dieng/
Sumber:
http://obyekwisatadieng.com/2015/01/21/kawah-sikidang-dieng/

Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna adalah sebuah komplek candi Hindu, di antaranya Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi di Dieng merupakan candi Hindu tertua di Pulau Jawa, yang dibangun pada tahun 809 M pada masa wangsa Sanjaya. Kita juga berkesempatan melihat Silver Sunrise di Komplek Candi Arjuna. Penamaan Candi di Dieng diambil dari nama wayang yang bersumber dari cerita Baratayuda. Mulai tahun 2010, Kompleks Candi Arjuna mulai digunakan untuk pengembangan wisata yang dikemas oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Mereka menyelenggarakan acara budaya tahunan yang telah dikenal dengan nama DCF (Dieng Culture Festival).

Dari kanan: Candi Semar, Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kompleks_Percandian_Arjuna
Dari kanan: Candi Semar, Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kompleks_Percandian_Arjuna
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Arjuna
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Arjuna

Dieng Plateau Theater

Dieng Plateau Theater merupakan sebuah teater mini berkapasitas 60 tempat duduk, dengan bangunan bergaya klasik berundak-undak yang terbuat dari batu. Diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 April 2006. Dengan membayar tiket seharga Rp 4,000 per orang, pengunjung dapat menonton film dokumenter tentang Dataran Tinggi Dieng, berjudul Bumi Kahyangan Dieng Plateau, berdurasi kurang lebih 20 menit.

Sumber: http://paketwisatatourdieng.com/dataran-tinggi-dieng/dieng-plateau-theater.html
Sumber:
http://paketwisatatourdieng.com/dataran-tinggi-dieng/dieng-plateau-theater.html

Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda merupakan sumur purba raksasa, menyimpan banyak legenda dan mitos yang berkembang di masyarakat. Sumur ini terbentuk dari letusan kawah Vulkanis beratus tahun yang lalu. Meski Jalatunda memakai istilah sumur, namun bentuknya tidak seperti sumur pada umumnya.

Menurut kisah yang dipercayai masyarakat sekitar, pada zaman dahulu kala ada seorang putri cantik jelita yang gemar mengenakan pakaian serba putih. Namun sayangnya kecantikan fisiknya tersebut tidak diiringi dengan hati yang baik. Putri cantik ini sering meminta tumbal kepada masyarakat sekitar untuk dikorbankan dan ditenggelamkan ke dalam sumur. Jika kita mengingat kisah Roro Jonggrang, salah satu syarat yang diajukan Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso saat meminangnya, adalah Sumur Jalatunda.

Sumber: http://paketwisatatourdieng.com/dataran-tinggi-dieng/sumur-rakasasa-jalatunda.html
Sumber:
http://paketwisatatourdieng.com/dataran-tinggi-dieng/sumur-rakasasa-jalatunda.html

Batu Ratapan Angin (Batu Pandang)

Batu Ratapan Angin atau yang lebih dikenal dengan nama Batu Pandang, menjadi salah satu spot favorit untuk mengabadikan dengan baik momen perjalanan ke Dieng sehingga menjadi perjalanan yang tak terlupakan. Dari Batu Pandang ini, kita dapat melihat pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon secara utuh dari atas ketinggian, tanpa terhalang apapun.

Sedikit tips yang perlu kita perhatikan saat berada di sini, jangan terlena asyik berfoto-foto. Keselamatan juga menjadi prioritas utama. Menurut infonya, area ini sangatlah curam dan jangan sampai bahaya menghampiri kita. Jika ingin berpose di area Batu Pandang, pilihlah lahan yang luas dan jauh dari jurang karena area obyek wisata Dieng Batu Pandang sudah diperluas oleh pengelolanya, sehingga kita dapat leluasa menikmati indahnya alam Dataran Tinggi Dieng.

Sumber: http://teamtouring.net/batu-pandang-dieng-pesona-pemandangan-telaga-warna-dan-telaga-pengilon-dari-ketinggian.html
Sumber:
http://teamtouring.net/batu-pandang-dieng-pesona-pemandangan-telaga-warna-dan-telaga-pengilon-dari-ketinggian.html

Bukit Sikunir ( Spot Golden Sunrise )

Bukit Sikunir, dikenal sebagai Bukit Surga bagi para pecinta Sunrise dan landscape pemandangan alam, terutama karena keindahan Golden Sunrise nya. Tidak heran, di peak season seperti acara Dieng Culture Festival, Tahun Baru, dan liburan panjang, jalur ke Bukit Sikunir mengalami macet. Bukit Sikunir berada pada ketinggian sekitar 2300 mdpl, dengan proses pendakian sekitar 30 menit untuk mencapai puncak Bukit Sikunir.

Desa Sembungan, sebuah desa tertinggi di pulau Jawa ini, adalah basecamp nya Sikunir sebagai titik start paling familiar yang digunakan para wisatawan untuk memulai pandakian. Wisatawan dapat menginap di Desa Sembungan sebelum memulai pendakian dari titik start tempat parkir dekat Telaga Cebong.

Sumber: http://panduanwisatadieng.com/wisata/bukit-sikunir/
Sumber:
http://panduanwisatadieng.com/wisata/bukit-sikunir/

Tuk Bima Lukar ( Mata Air Awet Muda )

Dataran Tinggi Dieng memiliki beberapa sumber mata air yang disucikan, salah satunya adalah Tuk Bima Lukar. Tuk Bima Lukar dipercaya sebagai air suci bagi umat Hindu. Mata air ini terdapat di sisi sebelah kanan gapura selamat datang di Dieng. Tuk Bima Lukar merupakan salah satu mata air yang menjadi sumber aliran Sungai Serayu, yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Keberadaan mata air ini dikaitkan dengan sosok Bima, salah satu anggota Pandawa Lima. Ada mitos yang masih melekat hingga sekarang, yang menyebutkan bahwa mata air dari Tuk Bima Lukar bisa membuat awet muda.

Sumber: http://paketwisatatourdieng.com/dataran-tinggi-dieng/tuk-bima-lukar.html
Sumber:
http://paketwisatatourdieng.com/dataran-tinggi-dieng/tuk-bima-lukar.html

Video Dokumenter dari Netmediatama

Penutup

Sekian blog post #ILoveIndonesia pertama versi Enlik Tjioe, semoga bisa menginspirasi para pembaca, supaya semakin cinta dengan kekayaan alam dan wisata yang dimiliki oleh Indonesia.

#ILoveIndonesia
Bagaimana dengan kamu? 🙂

Referensi

Advertisements

2 thoughts on “#ILoveIndonesia Mengenal Dataran Tinggi Dieng

    1. Hai mas! Baikk!!
      Terima kasih sudah berkunjung dan membaca di blog pribadi saya ini.

      Senangnya bisa ke Dieng pada bulan November lalu!
      Semoga bisa bertemu lagi di lain kesempatan, mas!

      Sukses untuk @Diengnesia !

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s