Sedikit Cerita dari Perjalanan ke Jepang September 2015 – Part 3


Hari Kamis dan Jumat, 17-18 September 2015, menjadi dua hari penting karena inilah tugas utama kami di Jepang, mengemban misi mencari partner bisnis di industri game serta melaksanakan tanggung jawab sebagai koordinator Indonesia Game Studios.

Kami berangkat ke Makuhari Messe dengan cuaca yang mendung dan hujan gerimis di pagi hari. Setibanya di booth, beberapa dari kami langsung bersiap untuk melakukan business meeting dengan beberapa perusahaan yang sudah dijadwalkan, sementara beberapa yang lain menjaga booth. Ada sedikit kendala dalam business meeting, seperti miskomunikasi dengan perusahaan yang dijadwalkan bertemu, lalu website business matching TGS yang tidak ‘mobile friendly’. Namun dengan kendala tersebut, kami tetap menjalankan tugas kami dan hari pertama business day ini pun kami bertemu dengan beberapa calon partner business baru. Satu pengalaman berharga ketika kami bertemu dengan beberapa perusahaan besar di sini.

 

Sarapan hemat kami di pagi hari
Sarapan hemat kami di pagi hari
Ikon Chiba
Ikon Chiba

Bertemu Tommy dari TMS
Bertemu Tommy dari TMS
Di hari pertama business day, saya berkeliling TGS lebih dengan orientasi mencari booth yang mempunyai bisnis berhubungan dengan mobile games. Alhasil saya mampir ke booth South East Asia yang terdiri dari beberapa developer di Asia Tenggara. Lalu beberapa booth lainnya, seperti Ads provider, Holland game studios, payment wall, dan sebagainya. Selain berusaha mencari partner, saya juga ingin belajar dari mereka tentang taktik dan strategi mereka di industri mobile game yang semakin ramai ini.
Kesempatan berharga bertemu Keiji Inafune (Inafune-san kiri, Anton-san kanan)
Kesempatan berharga bertemu Keiji Inafune
(Inafune-san kiri, Anton-san kanan)
Fadhil (kiri) dan Keiji Inafune (kanan)
Fadhil (kiri) dan Keiji Inafune (kanan)
Kesempatan berharga bertemu Keiji Inafune, sang bapak Megaman (Rockman) Hiro (kiri) Inafune-san (kanan)
Kesempatan berharga bertemu Keiji Inafune, sang bapak Megaman (Rockman)
Hiro (kiri) Inafune-san (kanan)
Salah satu game dari booth South East Asian
Salah satu game dari booth South East Asian
Hari pertama business day ini, kami tutup dengan makan malam bersama Manami Matsumae-san dan Alex Aniel, dua orang dari Brave Wave, partner kami untuk komposisi musik dari game Target Acquired. Juga hadir Chihoko-san, salah satu rekan kami saat bekerja di kantor Touchten.
Bertemu kembali dengan Chihoko-san di Jepang. :)
Bertemu kembali dengan Chihoko-san di Jepang. 🙂
Fadhil sedang memamerkan build terbaru dari Target Acquired kepada Manami-san
Fadhil sedang memamerkan build terbaru dari Target Acquired kepada Manami-san
Manami Matsumae dan Alex Aniel, menerima oleh-oleh kami dari Indonesia
Manami Matsumae dan Alex Aniel, menerima oleh-oleh kami dari Indonesia
Foto bersama makan malam
Foto bersama makan malam

Hari kedua, saya lebih punya banyak waktu luang. Saya berangkat terlebih dahulu karena harus melakukan meeting terlebih dahulu. Selesai meeting saya kembali ke booth kami, dan bertemu dengan William, salah satu rekan intern kami di Touchten beberapa bulan yang lalu, yg kini melanjutkan studinya di Jepang. William turut membantu kami mempersiapkan dan menjaga booth. Waktu luang di hari kedua saya manfaatkan untuk berkunjung ke booth-booth besar, berusaha mencoba demo game yang disediakan dan juga mengumpulkan brosur dan merchandise yang disediakan, untuk dibawa pulang sehingga bisa dibagikan juga kepada rekan-rekan di kantor. Walau masih business day, tetap saja antrian cukup panjang di berbagai booth populer, seperti Sony Playstation, Capcom, Atlus, GREE, dan sebagainya. Alhasil, di waktu luang ini, saya hanya sempat mencicipi satu game dari booth Sony, yaitu game PS4 Star Ocean terbaru dari Square Enix. Waktu dalam antrian kira-kira 45 menit, dan kesempatan bermain yang diberikan 15 menit. Di sini saya belajar bagaimana orang-orang Jepang sangat teratur dan rapi sekali dalam antrian, tidak ada saling ‘serobot’, SPG dan SPB yang begitu ‘total’  dalam memandu kami dalam antrian. Dan satu lagi hal yang menjadikan TGS begitu spesial, para ‘babes’ yang begitu cantik nan seksi dan murah hati untuk dimintai foto. Kira-kira pukul 2 siang saya kembali ke booth, untuk berganti tugas menjaga.

Booth Indonesia Game Studios
Booth Indonesia Game Studios
Pengunjung sesama developer dari booth
Pengunjung sesama developer dari booth “Holland”, yang antusias memainkan game di booth kami.
Pengunjung sedang memainkan game
Pengunjung sedang memainkan game “Renegade Death” dari Entherean
SPG dari booth SEGA Atlus
SPG dari booth SEGA Atlus
Game VR dari GREE
Game Social VR dari GREE dengan antrian yg cukuo panjang

Saat menjaga booth, saya mulai merasakan kendala komunikasi, khususnya ketika orang yang berkunjung adalah orang Jepang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Saya menjaga booth bersama mba Anci dari Tinker Games, dari siang sampai sore hari penutupan business day kedua. Beberapa orang yang berkunjung, ada yang memang pengguna, dan ada juga yang menawarkan partnership business. Karena nama booth kami “Indonesia Game Studios”, ada beberapa orang yang ‘salah kaprah’ mengira kami adalah satu studio dengan nama tersebut. Namun, kami mencoba menjelaskan kepada pengunjung bahwa booth kami adalah kolaborasi dari beberapa game studio kebanggaan Indonesia. Satu hal yang saya pelajari, para pengunjung terlihat antusias dan berusaha mengapresiasi game-game yang kami tampilkan. Mereka tidak sungkan bertanya bagaimana cara bermain, platform game yang disupport, dan sebagainya.

Christian Bong berkunjung ke booth
Christian Bong berkunjung ke booth
Bertemu Manami-san di TGS
Bertemu Manami-san di TGS
Jojo sedang diwawancarai media
Jojo sedang diwawancarai media
Jojo dan Anci, dua sosok wanita cantik yang berperan penting menjaga booth kami
Jojo dan Anci, dua sosok wanita cantik yang berperan penting menjaga booth kami
Pak Omar bersama para SPG
Pak Omar bersama para SPG

Saya juga bertemu rekan dari Indonesia, Felixander, yang kini bekerja sebagai Designer di Live2D Jepang, sebuah perusahaan software animasi 2D yang cukup dikenal di dunia gamedev. Felix bercerita bagaimana ia bisa bergabung di Live2D Jepang, yang bermula dari karya animasi nya dengan software Live2D yang diunggah ke YouTube yang luar biasa keren dan sudah ditonton banyak orang. Ia juga bercerita bagaimana rekan-rekan kerja nya di Live2D Jepang sangat bersahabat, dan baru-baru ini ia diberi kepercayaan untuk membuat official tutorial dalam bahasa Inggris. Satu lagi anak bangsa yang ternyata karyanya lebih diterima di luar negeri. Semoga bisa berbagi pengalaman dengan kami yang di Indonesia, bro Felix! 🙂

William berfoto di booth romance
William berfoto di booth romance
Wajah pak Omar, menjadi wajah Colossal Titan dari game Shingeki no Kyojin KOEI Tecmo
Wajah pak Omar, menjadi wajah Colossal Titan dari game Shingeki no Kyojin KOEI Tecmo
Day 4, Sept 18_3098
List oleh-oleh TGS
Day 4, Sept 18_7470
Happy dan Jojo belanja oleh-oleh TGS
Waktu menunjukkan pukul 17:00, saatnya kami beres-beres dan bersiap kembali ke hotel. Saking sibuknya kami beres-beres, kami tidak sempat berfoto bersama sebelum meninggalkan booth. Berbagai annoucement dari piham Makuhari Messe, memperingatkan untuk segera meninggalkan lokasi. Di sini saya belajar, betapa disiplin nya event organizer mereka dalam hal waktu. Tiba di luar, kami menyempatkan diri membeli oleh-oleh ala TGS. Tiba di hotel, kami istirahat sejenak, lalu makan malam bersama di restoran Saezaria, yang katanya tempat makan anak-anak sekolahan di Jepang, karena harga menu nya yang cukup terjangkau. Satu hal yang kami sesali, kami lupa berfoto bersama William di makan malam ini, karena besok pagi sudah harus berpisah lagi karena William harus kembali ke Yokohama, tempat ia kuliah di Jepang. Kemudian, kami kembali menyempatkan diri menikmati malam terakhir di Makuhari, dengan kembali bermain di SEGA Game Center. Jojo mendapatkan action figure Cardcaptor Sakura malam ini, lewat perjuangan panjang menaklukkan UFO Catcher model kertas (player harus berupaya menghancurkan kertas dengan UFO Catcher bersenjata 2 paku kecil, sehingga barang yang tergantung bisa jatuh). Dengan bantuan ko Anton, teman-teman Touchten, yang diakhiri dengan sentuhan magis tangan Fadhil, kami berhasil memberikan sedikit wajah bahagia pada diri teman kami, Jojo. Yeah!!
Sentuhan magis Fadhil, berhasil memenangkan UFO Catcher ini
Sentuhan magis Fadhil, berhasil memenangkan UFO Catcher ini
Jojo menerima action figure Sakura dengan penuh kebahagiaan
Jojo menerima action figure Sakura dengan penuh kebahagiaan
Petugas SEGA Game Center mengucapkan selamat sekalian memberi bungkus plastik.
Petugas SEGA Game Center mengucapkan selamat sekalian memberi bungkus plastik.

 

Yup, itulah sedikit cerita dari TGS Business Day 1 dan 2. Semoga cukup menginspirasi. Bersambung ke part 4 🙂

 

Gallery part 3:
Day 4, Sept 18_7498 Day 4, Sept 18_3559 Day 4, Sept 18_4508 Day 4, Sept 18_1174 Day 4, Sept 18_267 Day 4, Sept 18_8224 DSCN8881 DSCN8898 DSCN8882
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s