Rangkuman Sesi AMA Anton Soeharyo di TechInAsia Talk


 Tanggal 5 Agustus yang lalu, Tech in Asia mengadakan sesi ‘tanya apa saja’ (Ask Me Anything) untuk Anton Soeharyo, Founder dan CEO dari Touchten Games. Karena saya merasa sesi ini sangat menarik, setelah melihat kualitas pertanyaan dan jawaban yang ditampilkan, sayang rasanya jika tidak saya rangkum. Baiklah ini beberapa pertanyaan dan jawaban, yang menurut saya baik untuk dirangkum. Karena banyaknya pertanyaan bagus, saya sampai merangkumnya dalam 42 pertanyaan dan jawaban, semoga bermanfaat! (Beberapa tulisan ada yang saya sunting dengan beberapa pertimbangan)
Anton Soeharyo, CEO and Founder Touchten Games. Sumber gambar dari AMA Tech in Asia
Anton Soeharyo, CEO and Founder Touchten Games.
Sumber gambar dari AMA Tech in Asia

1.) Anthony Wibisono
Halo Pak Anton,
Nama saya Anthony dari Surabaya. Saya bersama dengan 2 orang teman saya berminat untuk terjun dalam industri game dan membangun studio game sendiri. Kami punya beberapa pertanyaan untuk bapak:
Q1:
Untuk sementara kami masih mengerjakan game secara part time, ketika pendapatan sudah mencukupi untuk biaya hidup, baru kami akan melanjutkannya secara full time. Menurut bapak apakah cara ini efektif untuk membangun studio game?
A1:
Menurut saya itu cara yang bagus,
lebih baik dapur mengebul dulu, daripada kita harus bersusah payah dikemudian hari..kalau sudah mantab secara iman dan fakta(financial) bolehlah fulltime.
Q2:
Tim kami hanya terdiri dari 2 programmer dan 1 illustrator, menurut bapak apakah kami membutuhkan semacam PR atau marketer begitu?
A2:
Tidak perlu, yang melakukan marketing selama ini adalah saya, tapi kebutuhan setiap game unik.Q3:
Meski kami berminat untuk membangun studio game sendiri, kami belum pernah bekerja di sebuah studio game, sehingga kami tidak mengerti seluk beluk studio game. Menurut bapak apakah kami perlu bekerja di sebuah studio game lebih dahulu? Ataukah semua itu akan kami dapatkan seiring berjalannya waktu?
A3:
Jangan pernah menolak pengalaman, itu lebih berharga daripada apapun..Q4:
Kami sudah merilis game android pertama kami ke play store, tetapi menurut saya download count per hari tidak seberapa banyak, hanya sekitar 200 – 300 (padahal terdapat game serupa dengan download > 50 juta). Saya berpikir untuk mencari game reviewers dan memuat game ini dalam press release agar mengimprove visibility game ini. Apa yang harus saya lakukan agar game ini dimuat di press release? Ataukah ada cara lain untuk meningkatkan visibility game ini?
A4:
WOW, Game kalian bagus sekali! Kalau tertarik, boleh kita publish?
Coba contact kami di info (at) touchten dot com.

2.) Firman Maulana Aditya
Q:
Pak, menurut anda untuk sebuah gerakan yang memiliki tujuan untuk membantu pemerataan kesehataan dan membutuhkan dana besar dalam menjalankan gerakan tersebut, lebih baik kita menggunakan crowdfunding atau cari investor ke foundation atau semacamnya yang tertarik dengan gerakn kita itu? apa alasan memilih itu? dan kenapa tidak memilih cara yang satunya? Terimakasih.

A:
Saya kurang tahu bisnis modelnya seperti apa, saya cuman bisa beri tips untuk yang memilih investor sebagai partner:
1) apakah investor itu bisa melipatgandakan uang mereka dengan bisnis model kita?
2) apakah investor bisa membantu anda melipatgandakan usaha anda dengan uang mereka?
3) apakah investor anda invest di anda karena tim/anda?
Jika jawaban ketiga ini adalah “Ya”, tinggal cari investor yang cocok. Semoga bermanfaat

3.) Dwi Perdana
Q:
A quick one: what is your favourite non-fiction book(s)?

A:
1. think and grow rich book – Napoleon Hill
2. Rich Dad Poor Dad – Robert Kiyosaki
3. Purpose Driven Life – Rick Warren
4. CEO’s Mother – Peggy Puger (karya ibu saya, akan rilis sebentar lagi).

4.) Luthfi Priadi
Halo pak Anton

Saya Luthfi, dulu pernah magang di kantor Touchten, seru banget kayak keluarga gitu, suasana kerjanya nyaman dan enak banget kalo bingung tinggal nanya, dan orangnya ga pelit ilmu 🙂

Q1:
Mau nanya gimana caranya sih touchten bisa dapet 5 pendanaan gitu ? bisa jelasin ringkas ga ?

A1:
Dengan berbicara dengan banyak investor dan mendapatkan yang sama sama cocok. Sama seperti percintaan, kalau ga dicari, ya ga akan dapet, tapi kadang kalau terlalu dicari, dan belom jodoh, juga ga akan dapet dapet 🙂

Q2:
Kasih tips dan trick dong buat yang mau buat game developer kayak mas anton gitu, dan mau nanya apakah untuk penetrasi pasarnya masih segar terutama untuk pasar indonesia ?

A2:
Carilah founders yang seiman (dalam kepercayaan startupnya)
carilah team yang bisa mendukung goal startup mu,
Quick to hire, quick to fire (kalau tidak sesuai) It would be better for both parties to separate.
Stick to the goals and core value(culture) of the company.
Execution is king, Ideas are commodity 🙂

Q3:
Menurut pak anton kalo misalnya kita yang masih muda2 gini buat startup, mending langsung cari investor ? apa biar hidup dulu sendiri 1-2 tahun ? kenapa ?

A3:
Kalau bisa selamanya bootstraping, saya usul bootstraping dulu,
investment bukan untuk “menghidupkan”/mengaji startup, tapi untuk mengembangkan pesat sebuah startup 🙂

5.) Arief Widhiyasa
Halo Ko Anton, punten ikutan nimbrung ya,

Q1:
What is the key moments that made you decide to choose game development path compared to the first dream as diplomat? And why? 😀

A1:
Timing, semua itu timing koko Arief 🙂
seperti pernikahan, kalau timing tidak tepat, tidak akan jadi menikah.. #Loh
Key moment adalah, sewaktu itu, saya kebetulan dapat “Angpao” sebesar $1000 per orang (total dua orang), dan kebetulan Iphone lagi naik daun..
jadi saya pikir momen tepat untuk memulai bisnis sebagai tukang game di iphone 🙂
Sekaligus saya masih bisa berdiplomasi melalui game.

Q2:
What do you think is the most important aspect that every game developer must have in a heavily competitive industry nowadays? (Please describe it with more practical example if the aspect is more attitude based such as passion, or persistence)

A2:
Menurut saya adalah, ability to adapt.
Kalau sekarang trendnya adalah mobile, kita juga harus memikirkan apa trend berikutnya? Apakah itu Kickstarter? Steam? Virtual Reality? (misalnya)
jangan pernah terlambat untuk embrace new technology, kalau pendapat saya 🙂

Q3:
For all the game developers in Indonesia that’s doing/looking to do fund-raising, given that you’re alreadu having a lots of successful track-record on doing fund-raising. What is the most important things to prepare/to look into when we’re doing fund raising?

A3:
Understanding your potential investors, what are their goals, what can they bring to the table, is this a good deal for them?
If we can think like our potential investor think, and if we can align our goals with them, and can make them “beneficial” in the future,
investors will line up 🙂

Also only receive investment, from people who invest in your team, and not your product 🙂

Semoga membantu 🙂

6.) Reinhart
Q:
Saya mau tanya. Game itu kan awalnya hanya sebatas sebuah hobi. Apakah bapak mengerti tentang dunia programming sebelum terjun di bisnis ini? Jika belum bagaimana cara bapak memulai sebuah bisnis teknologi yang notabene membutuhkan skill programming sedangkan bapak belajarnya bahasa?

A:
Saya tidak bisa programming, sampai detik ini, tapi saya tidak buta sama sekali 🙂 (minimal nyambung kalo ditanya tanya haha)
Saya pribadi merasa, founders yang tidak bisa programming memiliki satu “keunggulan” tersendiri, dimana mereka tidak membatasi dan mengukur apa yang mereka mau gapai di startup teknologi mereka, dengan keterbatasan kemampuan mereka.
Contoh, saya yakin bila mengerti programming, saya pasti adalah programmer yang “sucks”, kurang jago, dan jika saya mengukur kemampuan saya dengan skill yang saya miliki, akan ga jadi deh “bisnis” saya 🙂

7.) Elvina Tinike
Q:
Mau nanya nih. Biasa kan ada aja game-game gratisan, apalagi untuk platform smartphone.
Biasanya kalo game geratisan, developernya mendapatkan income dari mana si?

A:
Terima kasih untuk pertanyaannya. Kalau untuk free games sendiri ada banyak hal yang bisa di-monetize, seperti in-app purchase/ads.Untuk market indonesia, karena pengguna kartu kredit masih sangat sedikit, mungkin hasil in-app purchase masih belum banyak/menghasilkan. Di Touchten kami mengandalkan Touchten platform dimana kita bisa mendapatkan revenue dengan CPA model, dan mobile ads. Semoga membantu!

8.) Ardha
Q1:
Secara teknis, apa sih yang biasanya bikin stack dalam buat game?

A1:
Bug adalah nomor satu penghambat game development secara teknis

Q2:
Develop game rata-rata pakai tools apa? Framework, middleware, atau malah full stack?

A2:
Kami pakai Unity3D, banyak tools tools lain tapi kami memilih yang kami bisa 🙂

Q3:
Udah klise kalau marketing Indonesia itu sulit, apa rahasia biar orang luar itu bisa tertarik sama game lokal? Saya liat game lokal keren2, cuma kebanyakan, yang download masih sedikit. Ada apa ya?

A3:
Kurang ASO (app store optimization) dan kurangnya pendekatan dengan apa yang user suka diluar..

Q4:
Masih soal marketing, jalurnya ke mana aja kalau mulai dari startup?

A4:
Bisa dimulai dari Twitter dan gain follower yang banyak, dengan memfollow user based on game yang mereka interested,
misalnya, kalau game kira kira user Angry Birds bisa menyukainya (misalnya gameplaynya mirip tapi lebih bagus) Misalnya, bisa mulai follow user user AngryBirds, dan pasang link ke gamemu, ganti profile picture, dan background picture yang mempromosikan gamemu, kalau di ulang terus, akan dapat banyak folback yang berkualitas, dan ingat jangan spamming 🙂
ada call to action yang jelas di descriptionmu 🙂

9.) Tonni
Q:
Bro Anton, kendala terbesar dalam pemasaran game di tanah air? Terus trend monetize di game di Indonesia apa saja? Terima kasih.

A:
kendala terbesar monetize di Indonesia adalah low credit card penetration, dan kurangnya payment local yang di support oleh “toko aplikasi”

10.) Kevin Mateus
Q:
saya ingin bertanya, bagaimana cara menyatukan pendapat antar anggota team? apakah lebih baik musyawarah (meskipun untuk mufakatnya lama banget), atau ditunjuk satu supervisor/director yang tegas dan bertanggung jawab menentukan arah?

A:
kalau tim masih kecil 2-3 orang, boleh lah kita bermusyawarah,
jika tim sudah lebih dari itu, harus ada orang yang dihormati dan tegas, agar berjalan dengan baik.

11.) Kevin Sutanto
Q:
Halo ko Anton! Bagaimana caranya supaya bahasa Jepang saya sebagus ko Anton? Haruskah saya belajar langsung ke negaranya?

ありがとうございます!

A:
Waduhhh…
Kalau prinsip saya, belajar bahasa memang harus di negaranya langsung, kalau dinegara masing2 bisa, tapi butuh dedikasi yang lebih.
Belajar suatu bahasa di mulai dari mendengar,
latihlah kupingmu dengan bacotan bahasa Jepang (owarai, lagu, news, anime dll).
Dan setelah itu di tirukan suaranya, walaupun kita tidak mengerti apa artinya, lalu carilah artinya dan hafalkan.. itu cara bayi belajar bahasa bukan? menurut saya itu cara yang paling benar..
どうもありがとうございました!

12.) Brian Chuang
Q1:
Darimana biasanya dapet inspirasi/ide dalam membuat game?

A1:
Inspirasi bisa dari mana saja, saya biasanya kalau lagi di toilet

Q2:
Ada tips buat temen2 yang mungkin ingin terjun ke dunia gaming?

A2:
Lakukan sesuatu yang kamu sukai, and its never about getting rich or making money…

13.) Ahmad Hamdani
Q1:
Apa saja yang diperlukan untuk membangun sebuah perusahaan game?

A1:
Kami waktu membangun touchten, hanya modal nekat, macbook dan buku buku saja, tapi kami punya goal (mimpi) dan action plan yang jelas.

Q2:
Bagaimana cara untuk mendapatkan income agar perusahaan bisa terus berjalan?

A2:
Pentingkan user, kalau user happy, dan bisa happy berkali kali, terus menerus, maka income akan antri.

Q3:
Bagaimana cara promote game agar bisa dikenal dan terima oleh masyarakat?

A3:
Carilah nama yang gampang di ingat, buatlah game yang susah di tinggalkan (karena seru dan asyik), maka gamemu akan terkenal.

Q4:
Apa saja masalah yang timbul dalam perusahaan game dan bagaimana cara mengatasinya?

A4:
Kekurangan SDM, Kurang Disiplin dalam menyelesaikan game.
Solusi, lebih disiplin, dan lebih menonjolkan karya, agar banyak anggota tim ingin bergabung.

Q5:
Bagaimana cara memanage SDM dalam perusahaan game?

A5:
Kembalikan ke core value dan culture perusahaan,
pengalaman saya, jika tim yang kurang cocok dengan core value dan culture perusahaan, mereka akan mengundurkan diri dengan baik baik, dan tidak ada salahnya. (it’s nobody’s mistake)

14.) Daniel
Q1:
Awal cerita dan tujuan awal ikut Kickstarter?

A1:
Tujuannya agar misi game kami dapat diterima oleh target market di Kickstarter.

Q2:
Ribetkah prosedurnya?

A2:
Lumayan, terutama harus mempunyai bank akun di Amerika

Q3:
Tips trik supaya project kita di Kickstarter dapat mencapai target pendanaan sesuai ekspetasi kita?

A3:
Sekarang Kickstarter lagi lesu, kecuali kita punya nama di masa lalu, susah untuk mendapatkan pendanaan

15.) Herman Tasmin
Q:
cerita dong pengalaman waktu dulu bootstrapped start up hingga di invest oleh investor Jepang. berapa lama sampai mendapatkan investor pertama sejak Touchten berdiri? bagaimana susahnya membujuk investor untuk mendapatkan pendanaan tersebut?

A:
Ini adalah poin yang harus di ingat saat ingin fund raising:
(How to pitch in 3 minutes)
https://youtu.be/3RJhxpDp2UA
Khailee adalah seorang investor dan entrepreneur yang amat sangat kami hormati, and we are glad to be invested by him.

16.) Alit
Q:
Ko anton kalo kita blm bs bahasa pemrograman apa bs bikin startup & game developer? Bagi triknya dong… Ide banyak cuman kebayang apa bth modal besar buat startup nya… Thx

A:
Saya bukan programmer, dan saya bisa mengeluti dunia startup 🙂
Menurut saya tidak perlu bisa bahasa pemrograman, namun harus tidak buta sama sekali, alias perduli..
Modal saya waktu mulai hanya 20Juta Rupiah, tidak besar, tidak kecil sekali, cukup..
Yang paling penting:
1. Punya goal yang clear (tujuannya apa)
2. Eksekusi goal itu (Action untuk mencapai goal itu)
3. Tidak menyerah secara mudah..

17.) Gabrielle Delaney
Q:
Bagaimana cara koko membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan? Lalu menurut koko, seberapa pentingnya dukungan pasangan dalam membangun startup dan seperti apa dukungan yg diberikan pasangan koko waktu membangun startup ini?

A:
Pasangan sangat penting, jangan sampai salah pilih pasangan, karena itu bisa membahayakan karir dan hidupmu!

Saya ingat satu hari saya sedang bersedih, karena pernah di komen secara keras oleh haters di sebuah forum..
Istri saya bertanya: Kenapa kamu?
Setelah saya ceritakan kenapa, dia yang seorang berkebangsaan Jepang, bangsa perkerja Keras dan yang terkenal disiplin dan cekatan, hanya berkata begini:
” Kamu masih punya waktu mikirin haters? Berarti kamu masih belom cukup berkerja keras dong?”

Itu menyadarkan diri saya, menurut saya seorang entreprenur tidak ada “Work Life Balance”. Tidak ada Weekends and Weekdays.
Itu adalah sacrifice yang sudah di pikirkan bersama, carilah pasangan yang mendukung mimpimu juga..

18.) Glenn Prasetya
Q:
Ada ga mentor atau orang2 yang berjasa untuk membentuk ko Anton sampai seganteng dan sekeren ini? Kalau ada siapa dan apa yang sudah mereka lakukan?

A:
My mentor is Pak Andi Boediman, Pak Edward Chamdani from Ideosource,
Pak Toto (Bapak Internet Indonesia), Suzuki Takahiro from CyberAgent Venture, and Khailee Ng from 500 Startups,
And my biggest mentors are my Mother and Father 🙂
All of them affect me deeply in my life, and I will forever be grateful 🙂

19.) Ricky Jeremiah Djajadi
Q:
Kak, termasuk orang yang YOLO atau penuh perhitungan/risk aversion?

A:
saya termasuk orang yang penakut,
tapi selalu berusaha untuk overcome that fear and just do what I am convinced is right.

20.) Nuli Nugraha
Q:
Bagaimana tips menekuni sesuatu agar kita tidak cepat bosan dan tetap optimis dengan sesuatu yang kita tekuni tersebut. khususnya untuk orang yang cepat bosan seperti saya. Thanks!

A:
Kalau cepat bosan, itu normal, saya juga cepat bosan.
Tapi memang harus sedikit dipaksa untuk menekuninya, khususnya untuk sesuatu yang kita suka lakukan.
Misalnya saya suka sekali marketing, saya fokuskan waktu saya di marketing, dan saya delegasikan perkerjaan yang menyebalkan bagi saya.

21.) Lina Noviandari
Q:
Ada ga sih rutinitas atau program menarik/unik di kantor Touchten yang mungkin perlu juga diterapkan di kantor startup lainnya?

A:
kita selalu fokus ke fun dan kebersamaan:

Tapi yang kami lakukan, standard lah dengan yang sudah dilakukan semua orang 🙂
jadi kita selalu merayakan birthday team member kami,
kami selalu nongkrong sesudah pulang sampai berjam jam,
kami selalu nonton filem baru bareng,
kami juga ada makan pagi dan makan malam bersama (yang bisa ikut saja)
setiap hari atas biaya kantor..

kami juga ada “cosplay day” di kantor,
kadang kami pakai dasi dan pakaian resmi layak mau kondangan,
atau pakai Jersey sepakbola kekantor,
atau semua pakai celana pendek dan sendal jepit kekantor, dll

22.) Monica Kansy
Q:
Hal apa yang paling penting dari sebuah game agar disukai dan mudah diterima oleh pemain? Game jenis apa yang sedang populer sekarang? Gimana pandangan Ko Anton terhadap wanita gamers?

A:
saya punya satu golden rule yang saya observe selama meneliti game apa yang “sukses”
“Little effort, but AMAZING result”

perhatikan deh game game yang sukses itu selalu memberikan ilusi kepada pemain, bahwa a simple “Tap” You can achieve some Amazing result..
contoh: Angry Birds
hanya satu jari, lepas, dan kita bisa menghancurkan banyak hal..
crash crash crash… effectnya juga wow..
ini adalah effect yang bisa membuat game itu sukses.

Game yang populer sekarang itu Agar.io 🙂
sama, little effort, achieve amazing result.
Mobile Gamers memang secara fakta lebih banyak wanita daripada lelaki,
so I really respect and love them!

23.) Ayyub Mustofa
Q:
Visi Touchten Games gimana? Apakah ingin berkembang sebesar-besarnya, atau berkembang sampai titik tertentu saja kemudian mempertahankan soliditasnya?

A:
“To make hundreds and millions of people happy through what we make(games)”
jangan pernah membatasi impian 🙂

24.) Billion Goenawan
Q:
Apa game luar negeri favorit ko Anton? Berencana membuat game yang terinspirasi dari game favorit tersebut nggak??
Terakhir, apa tantangan paling susah pas awal-awal merintis TouchTen?

A:
Saya suka sekali dengan Winning Eleven, dan Mortal Kombat (karena ada storynya dan character development), kalau bisa buat game Soccer bergenre bunuh2an berdarah, keren kali ya? haha
Tantangan awal adalah bagaimana bisa mengalahkan “self-doubt” yang ada di diri sendiri…

25.) Hendy Wijaya
Q:
Dari dulu saya penasaran, gimana cara ko Anton bisa manage sebuah restoran dan studio game sekaligus? Lalu, apa yang membuat ko Anton mau membuat sebuah restoran?

A:
kita hanya punya waktu 24 jam, sekitar 8 jam harus tidur, jadi sisanya hanya 16 jam, jadi saya selalu memaksimalkan waktu, karena itu aset terbesar dari setiap orang.
Restoran saya di kelola oleh partner dan CEO nya sendiri,
dan saya fokus hanya di Touchten 🙂
Kalau kenapa restoran, karena saya suka makan! hehe

26.) Elfa Putri
Q:
Bagaimana Touchten melihat perkembangan game dan mobile game di Indonesia? Siapa saja yang kira-kira menurut ko Anton sudah memiliki produk yang mumpuni sebagai developer game handal di Indonesia?

A:
Mobile game terus berkembang dengan sangat bagus,
tahun 2017 Indonesia akan Top revenue di SouthEast Asia,
tahun 2019 akan menjadi top 5 in the world.

Kalau nama, saya rasa semua bagus bagus,
ArtLogic Games punya Om Rudy itu Top!
Semua yang saya kenal baik baik !

27.) Ade Hidayatullah
Q:
Menurut bapak, kunci sukses itu apa saja Pak?
Oh iya, sertakan juga Quote yang paling bapak sukai ya.

A:
Kunci sukses adalah:
1. Berani bermimpi
2. Terobsesi untuk beraksi mewujudkan mimpi di poin 1.
3. Tidak menyerah
Quote favorite saya ada di twitter saya: @antonsoeharyo
“Successful people are those who failed to quit.”

28.) Muhammad Arif Fathurohman
Q:
Menurut om apakah baik jika semua founders dari sebuah startup adalah seorang developer? Lalu kapan seseorang bisa dikatakan sebagai co founder dalam sebuah startup? apakah hanya karena mereka bergabung dari sejak awal pendirian startup?

A:
menurut saya harus ada balance di tim “founder”

seperti layaknya pasutri ideal, harus saling melengkapi..
kalau dua duanya sama percis, pasti berantem..

kalau cofounder itu terminologi yang hanya bisa ditentukan bersama saja.. tidak ada formula pasti,
asal semua senang, bisa jadi cofounder,
tapi kalau ngaku ngaku sendiri kan repot itu..

29.) Meli IsMyself
Q:
Gamenya Touchten itu keren keren Om. Kalo boleh tahu bagaimana proses pembuatan game di Touchten dari awal hingga jadi?

A:
proses pembuatan game ada beberapa step,
0. Idea/game design fixation
1. Rapid prototyping
2. Monetizing plan
3. Polishing
4. Plan to release
5. Release

dan kita tidak bisa maju ke step berikut kalau tidak ada approval dari tim.
Kadang ada banyak game di “kill” disini

30.) Mohammad Fahmi
Q:
Kalo ga salah dulu asal mula Touchten bikin game itu dari “uang jajan” yang orang tua berikan, malah dipakai untuk membuat usaha ya (dalam bentuk game Sushi Chain).
Boleh cerita ga berapa sih jumlah uang tersebut dan bagaimana pembagian versi simpelnya dari uang segitu bisa jadi Sushi Chain.

A:
saya kurang inget jelasnya, cuman dari total USD2000,- (saya dan adik, masing masing USD1000)

saya belikan Macbook pro (karena waktu itu mau buat game iphone harus pake produk apple untuk built, sampai sekarang juga ya) dan beli buku2 Objective C buat sodara saya.

31.) Nurula NA
Q:
Saya ingin bertanya menurut Om Anton bagaimana prospek audio game (game yg hanya menggunakan suara, biasanya untuk orang dengan keterbatasan misalnya tuna netra) kedepan ?

A:
Ini adalah game dengan tujuan mulia,
saya tidak berpengalaman membuat game semacam ini,

kalau saya lihat, dalam semua bisnis tidak selalu dapat di ukur prospek, atau suksesnya dari populer atau revenuenya ya..

kalau tujuannya mulia, asal niche marketnya bisa terbantu dan senang, saya rasa prospeknya bagus,

tapi kalau tujuannya adalah omset atau penjualaan, harus di analisa lebih baik pasarnya, karena saya kurang mengerti tentang pasar ini 🙂

32.) Jasson Prestiliano
Q1:
Bagaimana mengatur perilisan sebuah game agar bisa dinotice masyarakat? Sebab banyak game rilis sekaligus mungkin bukan ide yang baik. Menurut om Anton, tips dan triknya bagaimana?

A1:
Apple dan Google selalu merilis atau men fitur apps apps baru pada hari Kamis setiap minggu (kadang mereka ganti hari, tapi sekarang begitu)
Jadi cobalah untuk menghindari, atau kalau ada game yang mirip, malah ride on the wave.

Q2:
Untuk game saat ini sebaiknya bagaimana cara memasarkannya supaya bisa menghasilkan, walaupun gamenya gratisan dan hanya mengandalkan ads?

A2:
yang paling penting dari game, adalah usernya,
user pergi (uninstall) uang tidak akan datang.
Pertama, yang terpenting adalah make user happy, dan berkali kali make them happy, dan penghasilan akan datang 🙂

33.) Melinda Wicaksono
Q:
Mau tanya untuk sebuah game studio di Indonesia, bgmn ya untuk urusan perpajakannya ?
Dan untuk monetizing game dari ads, apakah itu profitab di Indonesia ?
Lalu apa Touchten memiliki karyawan yang remote working ? Jika ya, bgmn cara untuk ttap memotivasi org tsb dan memantau progress kerjanya ?

A:
saya bukan ahli pajak, tapi kami ada konsultan pajak untuk ini,
jadi saya tidak berani sembarangan jawab untuk pajak. Yang saya tahu adalah, membayar pajak, sangat penting dan kami selalu berjuang agar ini tidak menjadi kurang penting 🙂

Ads, bisa profitable di Indonesia, itu pasti 🙂 tergantung kuantitas gamenya juga.
more games, more downloads, more profit 🙂

Ini adalah policy kami,
sebisa mungkin, kami tidak mau ada member yang berkerja remote,
karena itu sangant menganggu core value dan culture kami.

34.) Adam Ardisasmita
Q:
Mau tanya dong visi Touchten ke depan dengan adanya pendanaan dari Gree baru-baru ini. Lalu dari semua game Touchten, mana yang menurut Anton game paling sukses (dari sisi download dan dari sisi revenue).

A:
Visi dan Misi kita tidak pernah berubah,
sebelum dan sesudah investasi 🙂

“To Bring Happiness to Hundred of Millions of people worldwide through what we make.”
Kira kira itulah bunyinya..

Gamenya yang lumayan adalah,
Ramen chain, Ramen Celebrity,
Cute Kill, Red Head Redemption,
Infinite Sky 🙂

35.) Prahariezka Satrianto
Q:
Awal mulanya terjun ke dunia game gimana, sih? Terus sampai sekarang, ada nggak impian buat game tertentu yang belum terwujud?

A:
Awalnya ada sebuah aplikasi “kentut” di appstore yang menghasilkan $60,000,-/hari di masa jayanya Appstore untuk aplikasi berbayar..

dan dari sana saya berpikir, kentut orang Indonesia, ga kalah deh..
Beruntunglah saya tidak membuat applikasi “serba serbi kentut nusantara..”
dan saya buat game haha..

Dari sanalah dimulainya our game making adventure.

Banyak sekali,
saya suka game yang storynya bagus (RPG)
saya suka game fighting (kaya mortal kombat) dengan character development yang keren

saya juga suka game racing.. yang keren abis, bisa nembak nembak (mario kart, tapi yang versi gambar kerennya)

pengen bikin 3 game diatas..

36.) Hendri Salim
Q:
Beberapa teman-teman di Industri Game (termasuk saya) punya keluhan klasik tapi terdengar meringis. Kita mulai apa yang kita lakukan sekarang karena kecintaan kita terhadap game. Namun seiring bertumbuhnya bisnis, porsi bermain game malah berkurang dan porsi management + bisnis bertambah. Ujung-ujungnya bermain game malah menjadi sebuah hal langka dan sangat lebih jarang dilakukan ketimbang dulu. Apakah ini juga terjadi kepada Anton? Apakah Anton merasa bahwa ini adalah bagian yang tidak terhindarkan atau sebenarnya tidak harus begitu juga?

A:
Seperti yang saudara Hendri tahu,
Work Life Balance itu tidak pernah ada sebagai startup founder.
its bullshit.. haha

Namun yang penting di enjoy sajalah,
terlalu banyak main game juga salah,
terlalu dikit juga sedih..

Ini sebuah paradoks pelaku industri,
bayangkan seorang pesulap professional..
betapa SEDIHnya ketika dia menonton sebuah pertunjukan sulap,

karena dia more or less, tahu rahasia rahasia yang biasanya bisa membuat penonton terpukau…

sama kan kalau jadi game dev, kadang kita jadi “bosan” main game ini ini terus,
apalagi mobile game, kita jadi tau “Seluk beluk” make moneynya gimana, etc etc..

yang penting di enjoyin aja deh, life is short…

37.) Rina Sulastri
Q:
Apakah pendidikan formal penting untuk membangun sebuah bisnis yang profitable? Bisa sharing pengalaman bapak sebelum menjadi founder Touchten?

A:
ini pendapat dan pengalaman pribadi ya..
Suksesnya kamu di sekolah, tidak ada hubungan dengan bisnis.

Bisnis adalah relasi manusia,
dan saya percaya, sukses atau tidaknya sebuah bisnis,
tergantung dari relasi yang bisnis itu lakukan sesama pebisnisnya (partner)..

“It is not who you know, but who believed in you.”

cita cita saya adalah ingin menjadi seorang diplomat, dan saya beruntung bisa diberikan kesempatan oleh ibu saya untuk sekolah di Jepang, dan China.
Tapi akhirnya saya memilih berdiplomasi melalui game.

(BTW, Ibu saya akan meliris sebuah buku berjudul “CEO’s mother, mungkin bisa dibaca untuk inspirasi.)

Saya mulai suka berbisnis, ketika saya membaca buku Robert Kiyosaki, yang intinya mengajarkan bahwa kita harus pandai membedakan, dan mengumpulkan asset, dan mengurangi liability.

Dari sana saya hanya berpikir, bagaimana saya bisa menambahkan asset saya, dan mengurangi liability saya. Maka saya coba berbisnis.

saya mulai berjualan online, waktu itu ada reseller TV on PC software, dan saya pinjam kartu kredit mama saya, dan saya belajar banyak (termasuk rugi banyak) dari berjualan online.

Dan saya sadar satu hal: Banyak sekali orang ingin berbisnis online..
pertanyaanya adalah, Bagaimana saya menjadi seorang “provider” atau wadah dari pebisnis online ini?

Semua orang mau berjualan.. bagaimana sih cara mereka bisa berjualan?
Ok, harus ada domain name, OK, harus ada website..

maka saya buat jasa web hosting dan jasa website design di CrayonHost.net

dari sana saya belajar banyak lagi dan banyak lagi,
dan itu membuat saya selalu ingin menjadi “provider” ketimbang “user”
karena itu akan menambahkan Asset saya..

di game juga begitu,
saya lihat banyak sekali orang main game,
tapi kenapa saya ga bikin aja?
se simple itu sih… hehe

38.) Randi
Q:
Hal apa saja yang paling penting dalam merintis sebuah studio mobile game?

A:
People is key to every business, including game studio.
Hargailah orang orang (manusia) yang ada di tim kamu, dan pastilah kamu akan merintis hal hal yang luar biasa!

(Bahasa gw, cjieeee)
Jadi nomor satu dan yang paling terpenting adalah, tim member kamu,
Selain talenta, tapi harus tim member yang siap berjuang bersama dan untuk kesuksesan bersama juga 🙂

39.) Gusti Putu Aditya P
Q:
biasanya Touchten itu bikin game apa yang disuka lalu analisa target market, ato analisa keinginan pasar dulu baru bikin game yg sesuai kebutuhan market?

Yang kedua apa aja yg perlu diperhatikan untuk menentukan target pasar potensial?
Terutama untuk game yang notabene e hasil eksperimental yang dan cukup idealis, yang masih samar nantinya akan disebar kemana dan ke siapa.

Yang terakhir.
Bagaimana cara Touchten untuk menjaga produktivitas tim agar bisa menghasilkan karya maksimal dan tepat waktu, tp suasana kerja tetap fun dan gk jd biang stress? Apakah ada tips dan triknya?

A:
Analisa sangat penting…
it is everything in Touchten..
Tanpa analisa, kita hanya mengada ngada..

jadi kita analisa market dulu, gampang, ke appannie.com
dan carilah top rank di negara negara maju (US, UK, Japan, Korea etc)
pilah pilah game yang top 20 dan lihatlah apakah kita bisa membuat lebih baik,
apakah kita bisa kreatif dan mengabungkan game game ini dan membuatnya lebih baik?

dan dari sana kita mulai planning…
rata rata, data tidak pernah bohong…
game yang high rank, biasanya game yang kita mau mainkan 🙂

40.) Jessica ID
Q:
Working culture di Touchten seperti apa ya?

A:
Saya percaya bahwa sebuah company tidak akan pernah sukses, jika tidak pernah membuat, dan memupuk “company culture”.

Kelihatanya “sepele”, tapi ini sangat penting.
Di touchten kita ada 5 core values (pancasila Touchten) yang kita junjung tinggi:

1. Fun.
Kita percaya bahwa kalau tidak fun, mending tidak usah dilakukan.

2. Creative.
Kita percaya bahwa kreatifitas lah yang akan mendorong kita untuk melakukan hal hal yang luar biasa, dan kita menjunjung tinggi value ini.

3. Collaborative.
Game tidak dapat dibuat dengan baik hanya seorang diri, kita perlu berkolaborasi (bergotong royong) untuk membuat sebuah maha karya. Tanpa kamu, aku mah tuh apa.. istilahnya begitu lah.

4. Nurturing.
Kami ingat, ketika kami mulai segala sesuatu (masih noobie), kami butuh bimbingan senpai, senior dan guru guru kita, dengan spirit ini, kami ingin membangun sebuah komunitas kultur di perusahaan kami yang siap membimbing (nurture) talenta talenta yang bergabung dengan kami. (walau kadang ini dengan tough love)..

5. Humble.
Diatas awan, pasti ada awan lagi,
Siapapun dia, saat dia tidak lagi humble, beberapa hal terjadi, salah satunya adalah:
Dia tidak akan belajar lagi, dan habuslah dia saat dia merasa dirinya paling benar dan paling pintar.

Walaupun kadang tidak mudah,
tapi kami selalu mengingat 5 sila ini (pancasila)
dan saya selalu bilang..
“Suatu hari ini, walaupun kita tidak jualan game lagi, kita jualan Tahu, atau tempe… 5 core values ini harus selalu di junjung tinggi..”

41.) Sabarudin Adinugroho
Q:
bagaimana TouchTen memulai kerjasama-nya dengan 9Gag? Apa dampak kerjasama ini untuk TouchTen?A:
Setiap hubungan dan relasi bisnis, tidak lepas dari sisi kemanusiaan.
Kita harus selalu ingat bahwa, “pelaku” bisnis atau relasi itu adalah seorang manusia biasa.Founder 9Gag – Ray Chan, saya bertemu saat ada di salah satu speaker dinner di Jakarta. Disana saya melihat dia sedang mau naik taksi, karena tidak ada transportasi dari dinner balik ke hotel dia, lalu saya berinisiatif untuk mengantar dia pulang (sewaktu itu bersama founder duniaku, Mas Ami Raditya, yang menjadi saksinya).

Ray Chan layaknya manusia biasa, berterima kasih luar biasa kepada kami.. dan dari situ persahabatan kita terjalin. Dan suatu saat, ketika dia mau bikin inisiatif game, dia mengajak touchten.

As simple as that..

Padahal sewaktu saya antar dia pulang, saya tidak pernah pamrih dan merasa kita harus melakukan bisnis bersama, saya hanya berpikir, kasihan ya dia, bagaimana kalau dia tersesat? atau di tipu? Itu saja..

jadi pesan saya adalah, bisnis itu adalah human relations,
kalau ada human relations yang baik, kita bisa berbisnis dengan siapapun 🙂

Dampaknya sangat luar biasa, kami mendapatkan banyak sekali feedback dan fans baru 🙂

42.) Pradipta Nugrahanto
Q:
Dari sekian banyak genre game mobile yang ada saat ini, apakah ada genre yang masih potensial tapi belum banyak digarap? Bila ada, genre apa dan kenapa.

A:
Menurut saya pasar mobile memang sulit untuk di prediksi, kita tidak pernah akan bisa meng “analisa” kenapa game seperti Flappy Bird bisa laku [50Juta download+] (walau hanya sesaat).
Menurut saya, kita hanya harus jeli dan tekun membaca trend, nanti suatu saat inspirasi akan datang.
Secara pribadi, Genre mobile game yang berpotensi tapi belom banyak di garap, adalah VR games (Virtual reality), walaupun ini bukan “genre” secara spesifik but, I think this is the future.

On a lighter note ( sedikit bercanda tapi sedikit serius), Game di mobile phone, trendnya memang naik turun, kadang game ini naik, lalu kedepan, bisa naik lagi… Jadi tidak terlambat untuk membuat your match 3 games! 🙂

Penutup

Sekian rangkuman dari saya (yang ternyata cukup panjang), terima kasih kepada Tech in Asia yang telah mengadakan sesi AMA yang sangat bermanfaat ini. Semoga bermanfaat juga untuk kita semua!

Maju terus Game Developer Indonesia! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s