Lifehack – 12 Kebiasaan Orang Sukses di Akhir Pekan


Weekend kali ini saya membaca artikel menarik dari Lifehack tentang 12 habit di waktu ‘weekend’ dari para orang sukses. Blog post kali ini, saya belajar me-‘review’ ulang artikel yang sudah ada. Saya bahas dengan gaya bahasa dan berdasarkan pengalaman saya melakukan 12 habit ini.
Robert Iger

 

1. Robert Iger: Bangun tidur lebih awal
Berdasarkan riset, otak manusia berada pada kondisi prima sekitar 2.5 s/d 4 jam setelah bangun tidur. Weekend bagi kebanyakan orang, dijadikan waktunya bermalas-malasan dengan bangun tidur jam 11 bahkan sampai jam 2 siang. Namun Robert Iger mengajarkan kita bahwa ‘habit’ bangun pagi ini tidak hanya baik untuk ‘weekday’, tapi juga untuk ‘weekend’. Untuk habit ini, saya sudah mencoba menerapkannya beberapa kali di waktu ‘weekend’. Di kawasan ibu kota sekitar bundaran HI, setiap hari Minggu pagi ada yang namanya ‘Car Free Day’, suatu kegiatan mingguan yang sungguh memotivasi saya untuk bangun lebih awal di hari Minggu pagi (lokasi kost saya sangat dekat dengan kegiatan ini). Ya, saya merasa lebih produktif jika melakukan aktifitas di pagi hari.

2. Benjamin Franklin: Siapkan rencana
Weekend juga harus direncanakan sedemikian rupa seperti hari kerja. Tentu menjadi hal yang berbeda, misalnya waktu untuk ‘me time’, kumpul bersama keluarga, mengikuti komunitas atau kegiatan tertentu. Usahakan keluar dari rutinitas yang membuatmu jenuh.

3. Timothy Ferris: Jangan ‘multi-tasking’
Fokus! Hal yang masih sulit saya terapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Berdasarkan pengalaman, seringkali saya menargetkan banyak hal dalam satu hari, serakah, dan menjadi kurang fokus. Ferris merekomendasikan maksimal dua target atau tugas per hari nya untuk memastikan produktivitas dan tingkat keberhasilan. “Be present for each single activity”, kata Ferris.

4. Anna Wintour: Tetap aktif
Bagi saya yang sehari-hari bekerja duduk di meja menghadap layar Macbook dan layar monitor eksternal, jika tidak diimbangi dengan aktifitas fisik, tentu akan menimbulkan masalah kesehatan. Saya mencoba mengambil waktu rehat di jam kantor untuk sekedar melakukan gerakan-gerakan aktif, push-up, jalan kaki, peregangan, dan sebagainya. Dan belum lama ini, kantor saya menerapkan meja kerja berdiri, hal yang sangat menarik bagi pekerja komputer seperti saya, karena dengan bekerja berdiri secara tidak langsung melatih badan kita untuk selalu aktif lewat tumpuan kaki kita. So, weekend bukan waktunya bermalas-malasan di kasur, waktunya ‘go out’.

5. Steve Jobs: Prioritaskan apa yang paling penting
Skala prioritas, itulah yang diajarkan para ‘entrepreneur’ masa kini. Jika di hari kerja prioritas saya adalah ‘pekerjaan’, maka di waktu ‘weekend’ saya mencoba mengubah skala prioritas saya ke ‘keluarga’ atau ‘komunitas’ yang membangun diri saya. Jika diurutkan, maka skala prioritas saya saat ini adalah Keluarga, Pekerjaan, Pelayanan, dan Pergaulan. Pergaulan di sini artinya relasi saya dengan teman-teman yang saya kenal (rumah, sekolah, kuliah, kantor, komunitas, dan sebagainya). Saya masukkan ke urutan terakhir karena bagi saya, pergaulan juga bisa didapat lewat prioritas ke-2 dan ke-3 saya, Pekerjaan dan Pelayanan.

Warrent Buffet, orang terkaya no.3 di dunia tahun 2015

6. Warren Buffet: Sisihkan waktu untuk hobimu
Hobi saya adalah eksplorasi sesuatu yang baru dan bermain game. Saya senang mencoba hal-hal baru, tempat baru, software baru, pengalaman yang belum pernah saya coba sebelumnya. Seperti hari Minggu ini, saya mencoba survei lokasi tempat kursus bahasa Jepang, Evergreen di daerah Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Kebetulan mulai minggu ini saya diberi kesempatan untuk membawa motor pribadi saya kembali, so waktunya ‘eksplorasi’ jalanan Jakarta kembali. Hari Minggu ini, saya juga mendapatkan pengalaman baru saat mengisi BBM di POM Bensin sekitar Mangga Besar, pembayaran dilakukan di petugas, namun saat pengisian bensin kita lakukan sendiri, suatu hal yang baru dan unik bagi saya untuk belajar menggunakan peralatan pengisian bensin.

7. Oprah: Latihan kesadaran
Saya mulai aktif bermeditasi semenjak ikut ‘Komunitas Meditasi Kristiani’ di Gereja St. Theresia Menteng. Saya tidak canggung walau di komunitas sangat sukar ditemukan ‘kaum muda’ nya, namun justru di situ saya belajar komunikasi dengan orang yang lebih senior dari saya, menyerap pengalaman mereka, sehingga masa muda saya bisa lebih baik dari mereka. Sungguh, lewat meditasi rutin setiap paginya, saya selalu siap untuk menghadapi tantangan di hari yang baru. Tiga konsep dasar dalam meditasi yang saya pelajari: Silence (Hening), Simplicity (Kesederhanaan), and Stillness (Kesadaran).

Randi Zuckerberg, CEO dan Founder Zuckerberg Media

8. Randi Zuckerberg: Lupakan FOMO (Fear Of Missing Out), Kuatkan JOMO (Joy Of Missing Out)
Ketergantungan akan gadget sekarang semakin menjadi-jadi pada diri manusia. Rasanya kalau tidak buka WhatsApp, LINE, Path, Facebook, dan lain sebagainya dalam satu hari saja, kita merasa berada di planet lain karena ketinggalan informasi. Namun, saudara dari Founder Facebook ini mengajarkan kepada kita untuk lebih berbahagia ketika kita bisa meninggalkan untuk sementara gadget kita, khususnya di waktu weekend. Karena di waktu weekend inilah, saatnya kita menyadari di mana sebenarnya keberadaan kita, siapa saja orang terdekat kita, kapan punya waktu untuk mereka. Jadi, pelan-pelan tinggalkan FOMO, karena ketinggalan informasi satu hari masih ok-ok saja kok. Dan jadilah JOMO, rasakan bahagianya diri kita ketika terlepas dari gadget sehari-hari kita.

9. Bill Gates: Sisihkan waktu untuk refleksi pribadi
Saya punya buku renungan harian, yang saya jadikan agenda pribadi milik saya. Setiap hari saya luangkan waktu untuk melihat diri saya, membaca renungan Alkitab hari itu, dan merefleksikan dalam segala kejadian hari ini. Saya belajar metode 3 2 1 dari Romo Hani (paroki St. Theresia), 3 hal yang aku syukuri hari ini, 2 hal yang aku sesali hari ini, dan 1 hal yang bisa aku perbaiki di hari esok, yang dalam proses nya menjadikan saya pribadi yang lebih bersyukur setiap harinya.

Richard Branson, Founder Virgin Group

10. Richard Branson: Give back
“No one has become poor from giving”, kata Anne Frank. Lakukan kegiatan yang bersifat ‘sukarela’, karena lewat pengalaman ‘volunteer’, kita akan belajar mengenal pribadi orang lain, merasakan kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Memberi dari kekurangan, berbagi kebahagiaan di Panti Asuhan, merayakan buka puasa bersama teman-teman Muslim, menjadi tanda ‘cinta kasih’ kita untuk memberi tanpa pamrih.

11. Jack Dorsey: Bersiaplah untuk satu minggu penuh ke depan
Saya sudah bekerja penuh dari Senin-Jumat, waktunya hari Sabtu/Minggu untuk review, dan siapkan senjata utama mu untuk menghadapi hari Senin-Jumat yang akan datang.

Jay Z, Artis dan Pengusaha Sukses di Amerika
 12. Jay Z: Jaga momentum

Ketika saya ada di habit yang sedang baik-baiknya, hal yang paling sulit adalah menjaga momentumnya agar tidak padam. “Think Less, Feel More”, seperti yang diajarkan pak Rene Suhardono, lewat bukunya ‘Ultimate U’. Tidak usah terlalu banyak berpikir, namun rasakan lebih momentum yang sudah, pertahankan! Jay Z mengutarakan, “Sukses adalah 24/7 dalam pilihan gaya hidup sehari-hari, termasuk weekend”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s