27 Juli 2015 – Hari Pertama Bekerja Setelah Libur Lebaran


Akhirnya liburan telah selesai, rutinitas pun kembali dilakukan. Ada yang kembali sekolah, kembali kuliah, kembali ke kantor Touchten Games, dan aktivitas lainnya. Hari Senin ini pun, saya bersiap diri untuk menghadapi pekerjaan setelah puas berlibur kurang lebih 2 minggu. Saya bangun pukul 05.30 pagi, langsung cuci muka, minum air putih yang banyak, lalu melakukan meditasi dan renungan pagi untuk mempersiapkan diri menghadapi hari ini. Saya pun bisa tiba di kantor cukup pagi sekitar jam 07.30 dan menjadi orang ke-5 yang tiba di kantor pada hari pertama, setelah Frederick, Dede, Monic, dan mba Sum.

Sesampainya di kantor, saya tidak langsung bekerja di depan Macbook. Saya sempatkan untuk sarapan sejenak, minum susu, sambil mengaktifkan internet HP dan mengecek social messenger saya. Dua jam pertama setibanya di kantor menjadi waktu prima saya, karena produktivitas saya cukup baik di waktu ini. Saya menggunakan metode ‘Pomodoro Time’ dalam bekerja, 25 menit kerja + 5 menit rehat. Catatan ‘plan’ yang sudah saya siapkan di malam sebelumnya langsung saya buka dan kerjakan berdasarkan skala prioritas, saya mencatatnya via Google Keep.

Sebelum makan siang, seperti biasanya Touchten selalu mengadakan ‘Early Week Briefing’ untuk sekedar review apa saja yang sudah kita kerjakan sebelumnya, apa yang akan kita kerjakan minggu ini, dan target Touchten secara short term dan long term, dilakukan oleh Ronald. Lalu, ada presentasi tambahan dari bos Touchten yang luar biasa, ko Anton Soeharyo, tentang sharingnya selama libur lebaran mempelajari tentang istilah ‘Unicorn’ dalam dunia Startup. Sharing dari ko Anton ini sangat menginspirasi, khususnya saya yang memang sedang mempelajari dunia startup. Beliau memaparkan tentang apa itu istilah ‘Unicorn’ dalam dunia Startup, bagaimana perusahaan-perusahaan besar yang berasal dari Startup seperti Google, Facebook, Twitter, WhatsApp, AirBnB, Snapchat, Uber, dan sebagainya kini menjadi sebuah perusahaan yang bernilai puluhan bahkan ratusan billion (milyar) US Dollar. Semua berawal dari ide yang gila, tidak masuk akal, namun bisa dieksekusi dengan baik. Siapa yang menyangka WhatsApp akan bisa menggantikan peran SMS yang masih sangat populer di kala itu, bagaimana Facebook dan Google bisa melawan Friendster dan Yahoo yang masih besar di era mereka. Menurut sharing dari ko Anton, ada 3 macam tipe Startup berdasarkan ‘value’ atau investasinya. Tipe pertama yang tertinggi, Unicorn, dengan value 1 Billion USD ke atas. Tipe kedua, Centaur, (kira-kira) dengan value 10 Millions (juta) s/d 1 Billion USD. Dan tipe ketiga, Little Pony, (kira-kira) dengan value 1-10 Millions USD. Ko Anton meyakinkan kami semua sebagai Founding Members Touchten (sebutan ko Anton untuk kami semua yang saat ini bekerja untuk Touchten), untuk berjuang bersama berproses menuju tahapan tersebut, think BIG! Fokus pada 5 core values Touchten, Fun Collaborative Creative Nurturing Humble. Sungguh menjadi hari Senin yang penuh inspirasi.

Lalu tidak lupa ada sedikit waktu untuk sesi perkenalan 3 anggota Touchten baru di awal hari kerja ini. Mereka bertiga adalah Gea, Angel, dan Reynard. Gea sebagai full time hiring team, Angel sebagai QA Intern (mahasiswi Binus ini sudah pernah satu kali magang di Touchten tahun 2013 yang lalu sebelum ia masuk perkuliahan), dan Reynard sebagai Game Composer Intern (intern pertama untuk bidang musik di kantor kami). Selamat bergabung! Semoga mereka bisa ‘enjoy’ bekerja dan bersosialisasi bersama kami di Touchten Games.

image

Ada sesuatu yang tidak biasa juga di hari ini, di pagi hari kami mendapatkan breakfast secara cuma-cuma dari kantor, dan malam hari mendapatkan dinner juga secara cuma-cuma dari kantor, senangnya!

Sekitar jam 7 malam, beberapa dari kami berkumpul untuk karaoke-an bersama di Diva Thamrin City, sekaligus merayakan ulang tahun game producer kami yang luar biasa, Ronald Widjaja, yang hari ini berulang tahun ke-30. Kami menyanyi bersama, bersuka ria bersama, dan berharap yang terbaik untuk rekan kami yang berulang tahun, khususnya agar diberikan jodoh yang terbaik untuknya. Namun, satu hal yang entah kenapa terasa kurang adalah ‘doa’. Ya, kantor kami memang plural dalam agama, menjadi hal yang terkadang sulit untuk membiasakan berdoa dalam setiap perayaan syukur. Ini juga menjadi pelajaran bagi saya, untuk lebih berani lagi bersikap, berinisiatif untuk memimpin doa dalam ke ‘plural’ an kami. Terlepas dari hal itu, saya masih bisa mendoakan secara pribadi, doa untuk hari ulang tahun teman.

image

Yup, sekian cerita saya tentang hari pertama kerja setelah libur lebaran tahun 2015 ini. Semoga bisa meninggalkan jejak di internet, untuk saya atau kalian baca di kemudian hari. Selamat beraktivitas, selamat berkarya kembali!
Tuhan memberkati.

“Stay Foolish, Stay Hungry!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s