[SHARING] Sedikit Pengalaman Hidupku


Hi pembaca blog pribadi ku, beberapa waktu ini aku kesulitan membagi waktu ku untuk membuat blog post karena lumayan padatnya pekerjaan dan aktivitas ku di bulan Maret 2015 ini.

Ok langsung saja, blog post kali ini mengisahkan pengalaman singkatku diselamatkan oleh Tuhan. Selamat membaca! 🙂

Cerita 1:
Tahun 2009, ak dalam kesulitan apakah bisa lanjut kuliah lagi atau tidak. Di tahun yang sama, adikku jg akan memasuki SMA. Papa ku kebingungan mencari dana, sementara aku belum bekerja dan satu-satunya tulang punggung keluarga hanyalah Papa. Papa akhirnya memutuskan menjual Tokonya yang telah ada, selama hampir 18 tahun sesuai umurku saat itu. Uang hasil penjualan tersebut Papa pakai untuk biaya masuk kuliah ku dan biaya masuk SMA adikku. Mungkin tanpa aku sadar, Tuhan hadir lewat pengorbanan Papa ku itu. Aku bisa kuliah, dibelikan sepeda motor, bahkan puji Tuhan kini aku sudah lulus dan bekerja dengan penghasilan yang layak.

Cerita 2:
Tahun 2011, aku dalam kesulitan ekonomi di mana ortu ku harus membayar biaya kuliah ku dan biaya uang sekolah kedua adikku yg masih SMA dan SMP. Aku mencoba melamar pekerjaan di suatu perusahaan, lewat LOKER yang ada di surat kabar. Karena masih minim nya pengalaman ku mencari pekerjaan saat itu, dan juga sulitnya lulusan SMA untuk mencari pekerjaan yang layak, ak memilih perusahaan yang bisa dibilang requirement tidak neko-neko untuk bekerja.

Dan alhasil perusahaan yang aku coba lamar tersebut adalah perusahaan yang misterius, dimana saat wawancara aku merasa diterima sekali, tapi di akhir sesi justru diminta uang sekitar Rp300,000 yang katanya untuk uang training karyawan, namun aku hanya memberikan DP sekitar Rp30,000. Aku mencoba ‘Googling’ nama perusahaan tersebut, dan benar saja perusahaan tersebut adalah perusahaan yang cukup terkenal menipu calon-calon karyawan nya, dengan meminta uang training di awal yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan Rupiah, dan kemungkinan besar tidak ditempatkan di perusahaan manapun.

Secara tidak langsung, Tuhan hadir lewat inisiatif saya untuk ‘googling’ nama perusahaan tersebut, dan saya terselamatkan dari modus penipuan berkedok lamaran pekerjaan.

Terima kasih Tuhan, atas anugerahmu lewat kedua orang tuaku, adik-adiku, keluarga besar ku, dan teman-teman ku di Touchten, PDOMK Sanbarto, Bible Tea K3S KAJ, SEP Mudika 13 Shekinah, sehingga aku bisa bertahan dan bersyukur sampai saat ini.

Hidup orang muda!

Refleksi Pribadi SEP Mudika dan Metode 3 2 1


Sudah lama tidak mengisi blog post di blog pribadiku ini. Hari ini, Senin 09 Maret 2015, aku mengalami teguran secara tidak langsung oleh pengajar ku di kelas SEP Mudika Shekinah, ka Shinta. Materi kelas hari ini adalah tentang “Berteman”, yang secara khusus membahas tentang cara menjadi pendengar yang baik. Lalu sedikit tambahan metode 3 2 1 yang diajarkan Romo Hani dari paroki St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat.

Berikut refleksi pribadi ku hari ini,

SEP Mudika Shekinah angkatan XIII
Sesi kelas hari Senin, 09 Maret 2015
Pengajar:
Ka Shinta

Materi:
Berteman
Belajar menjadi pendengar yang baik

Kelemahan ku dalam mendengarkan :
Aku kurang fokus terhadap teman yang sedang curhat, mudah mengalihkan pandangan.

Doa:
Tuhan Yesus, bantu lah aku untuk lebih fokus dalam mendengarkan, belajar menjadi pendengar yang baik, mendengarkan dan memahami, ikut merasakan seolah-olah hal atau masalah yang dialami temanku terjadi juga pada kehidupan ku.

Metode 3 2 1:
3 hal yang aku syukuri hari ini,
1. Makan berkecukupan, badan sehat
2. Ditegur oleh ka Shinta dalam SEP secara tidak langsung, untuk lebih belajar lagi menjadi pendengar yang baik, teman curhat yang bagi sesama dan keluarga.
3. Kepercayaan dari ko Yongky (bapak kost ku) dan beberapa teman-temanku, teman baru di Touchten sesama penggemar Hearthstone, Keithsen.

2 hal yang aku sesali hari ini,
1. Aku kurang fokus dan peka terhadap masalah orang lain, kurang mendengarkan dan memahami.
2. Main game sampai dini hari, bangun kesiangan

1 hal yang bisa aku perbaiki di hari esok,
1. Belajar fokus dan menjadi pendengar yang baik.

Mari sisihkan waktu untuk diri kita, untuk refleksi, dan belajar menjadi lebih baik.
Do small things with great LOVE! 🙂

Tuhan berkati