Review Film – The Imitation Game (2014)


Hari ini saya menonton film biografi tentang Alan Turing, The Imitation Game. Alan Turing adalah seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris, yang hidup di zaman perang dunia ke-2. Ia juga bisa dibilang sebagai penemu komputer modern, di mana konsep “Mesin Turing” yang banyak digunakan di bidang ilmu sains adalah cikal bakal komputer yang kita nikmati sekarang, PC, Mac, Smartphone, Tablet, Smartwatch, Google Glass, dan sebagainya. Lewat film ini, saya bisa mengenal sosok Alan Turing dengan lebih dalam.

image

Di awal film, kita diperkenalkan bagaimana Alan Turing bisa masuk ke tim rahasia pemerintah Inggris. Misi tim ini adalah memecahkan (dalam bahasa komputer, disebut mendekripsi) kode rahasia ‘Enigma’, sebuah mesin enkripsi pesan milik tentara Nazi Jerman. Pada saat wawancara, Alan menceritakan kegemarannya akan ‘Crossword Puzzle’ (Teka-Teki Silang), yang dianggap sebagai hal konyol bagi si pewawancara sebagai bekal untuk masuk tim rahasia ini. Ditambah dengan keangkuhannya (saking pinternya), sebuah perjuangan berat bagi Alan untuk masuk ke dalam tim ini.
Alan Turing mengungkapkan bahwa, “untuk melawan mesin, dibutuhkan mesin, mesin lawan mesin”. Alan kemudian ditunjuk menjadi ketua tim, dan untuk mencari anggota tim baru, Alan melalukan ujian seleksi yang cukup unik, crossword puzzle yang harus diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit. Akhirnya didapat 2 orang anggota, 1 pria dan 1 wanita. Wanita ini yang nantinya menjadi sahabat sehati Alan, yang mampu berkomunikasi dengan baik bersama Alan. Wanita ini juga mengajarkan kepada Alan, untuk sedikit peduli kepada rekan-rekan satu timnya. “Kau perlu peduli kepada mereka, maka mereka akan peduli juga padamu”, kira-kira begitu sarannya. Dan terbukti rekan-rekan Alan pun akhirnya lebih peduli kepada Alan lewat satu kejadian penting yang mungkin bisa membuat mesin yang diciptakan Alan, ‘Christopher’, hancur sebelum berguna pada akhirnya.

Mohon maaf jika post di atas sedikit spoiler, dan malah jadi sinopsis cerita. (saking teringatnya dengan adegan-adegan dalam film ini).

Ok dari sisi cerita, film ini mungkin tidak jauh berbeda dengan film biografi lainnya. In my opinion, melihat akting sang pemeran Alan Turing bersama pemeran rekan-rekan satu timnya, terlihat totalitas mereka dalam berperan. Alurnya juga cukup teratur, dengan sedikit flashback masa sekolah Alan, saat adegan-adegan tertentu. Lewat cerita dalam film ini, saya juga lebih banyak mengenal sosok Alan, kejamnya perang, pengorbanan, dan kesabaran dalam mengungkapkan sesuatu.

Dari sisi musik, alunan musik klasik mampu menggambarkan suasana era tahun 40an. Momen-momen tertentu mampu dibawakan dengan musik yang pas.

Dari sisi efek visual, mungkin hanya saat adegan penyerangan tentara Nazi Jerman. Dan melihat komputer raksasa yang diciptakan Alan Turing, bernama “Christopher”, juga terasa seperti efek visual yang memanjakan mata saya sebagai orang berkecimpung di dunia komputer.

Humor pada film ini, ketika Alan dengan mudahnya memecat 2 anggota tim awal nya. Lalu momen jam makan siang, ketika Alan terlalu serius dan asyik dengan pekerjaannya merancang Mesin “Christopher”, sehingga rekan-rekan nya malah meninggalkannya. Juga ketika Alan melamar si wanita yang disukai, dengan cincin yang dibuat dari semacam kawat tembaga (*ups maaf kalau spoiler).

Lalu pesan moral dari film ini cukup banyak, bersabar dalam segala sesuatu nya. Rela meninggalkan sesuatu demi sesuatu yang jauh lebih besar nantinya. “Orang yang tidak pernah dibayangkan, menciptakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan”. Peduli kepada orang lain, maka orang lain akan peduli kepadamu. Kutipan ayat emas Alkitab, Matius 7:7  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”.

Ok skor akhir saya untuk film ini,

Cerita
9

Musik
8

Efek Visual
7

Humor
8

Pesan Moral
10

Keseluruhan
42/50

Saya rasa tidak salah situs IMDB memberi skor lebih dari 8 kepada film satu ini. Bagi teman-teman yang belum menonton, khususnya yang senang terhadap matematika dan sejarah komputasi. Saya rekomendasikan film ini untuk kalian tonton.

Happy watching! 🙂