Coba Dulu Sebelum Bilang Tidak


Kemarin malam, paman saya datang dari Jakarta dan mampir ke rumah untuk sekedar silahturami dan sharing dengan keluarga kami. Paman saya saat ini sedang dalam situasi sulit di mana usahanya saat ini sedang dalam kondisi tidak baik dengan turunnya permintaan pasar dan anjloknya harga produk hasil usaha paman saya tersebut. Oleh karena itu, beliau saat ini sedang berusaha untuk mencari bidang usaha baru demi kelangsungan hidup beliau dan keluarganya.

Dari sesi sharing semalam, saya bisa melihat pribadi paman saya tersebut yang sangat ‘entrepreneur’ sekali dengan jiwa wirausahanya, karena sama sekali tidak mengungkapkan idenya tentang bekerja di suatu perusahaan, alias jadi pegawai. Inilah yang saya kagumi dari pribadi paman saya, dan orang-orang Chinese pada umumnya, mereka punya semangat dan kemandirian untuk belajar sesuatu yang baru, punya usaha sendiri, dan tidak selalu mengandalkan orang lain.

Sedikit flashback cerita tentang Paman saya. Beliau memulai usahanya di Kumpai, Pontianak ketika disuruh mengurus usaha toko kelontok milik Akong saya (alias Ayah dari Paman saya). Namun beliau merasa usaha toko kelontong tersebut lama kelamaan menjadi kurang menghasilkan, karena omset yang kecil dan daya beli masyarakat di sana yang sangat kurang. Akhirnya dengan sedikit nekat, Paman saya menutup usaha tersebut, dan siap dimarahi habis-habisan oleh Akong saya karena dianggap tidak berbakat dalam hal ‘dagang’. Paman saya kemudian pergi ke Samarinda, merintis usaha baru, bisnis air liur burung wallet. Dengan segala keterbatasan nya, paman belajar dari para ahli yang sudah menjalankan bisnis ini sebelumnya. Banyak halangan dan rintangan dalam menjalankan bisnis ini, seperti harus tinggal di dalam goa, berurusan dengan penjahat, nyawa terancam, dan sebagainya. Dari awal bisnis baru tersebut, paman saya akhirnya terus mencoba dan mencoba, jatuh dan bangun lagi, sampai akhirnya menikah, dan memulai bisnis baru nya di Jakarta.

Kini sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta, paman saya mulai berpikir untuk memulai usaha di Nabire, Papua dengan berbekal belajar pengalaman dari saudara yang sudah suksed sebelumnya di daerah sana. Hal ini terjadi karena paman saya pikir bisnis dia saat ini sudah sangat sulit bertahan khususnya di kawasan ibu kota ini yang penuh dengan persaingan orang-orang besar.

Yang bisa saya bisa petik dari kisah paman saya ini, yaitu jangan pernah bilang tidak sebelum mencoba. Setiap usaha pasti ada jatuh bangunnya, dan itu merupakan hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita ‘persistent’, gigih, dan berpikir tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang.

Semangat wirausaha!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s