Digital Tutors – Investasi Belajar Online


Beberapa hari ini, saya mulai intropeksi tentang kemampuan saya di industri gamedev ini khususnya dalam penggunaan game engine Unity. Saya merasa masih memiliki banyak kekurangan dalam penggunaan game engine Unity ini. Pesatnya perkembangan teknologi khususnya di bidang game development, terkadang membuat saya malas untuk belajar teknologi-teknologi baru yang ada pada software lama seperti Unity. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk mencari tempat belajar software yang bisa dilakukan secara online dan otodidak. Saya sempat mencari di Coursera, Udacity, dan Edx, tempat saya belajar online dahulu, namun materi untuk gamedev sangat terbatas sekali. Dan pada akhirnya, saya menemukan Digital Tutors, yang ‘katanya’ adalah perpustakaan digital terbesar untuk bidang industri kreatif seperti 3D, Web, Ilustrasi, GameDev, dsb.

Digital Tutor - GameDev section

Continue reading “Digital Tutors – Investasi Belajar Online”

HabitRPG – Level Up Dirimu ala game RPG


Beberapa minggu ini, saya asyik mencoba sebuah aplikasi baru bernama HabitRPG. HabitRPG ini merupakan sebuah project ambisius yang terwujud oleh Kickstarter campaign mereka pada Februari 2013 yang lalu. Dengan aplikasi ini, saya bisa mengatur kebiasaan saya (habit), aktivitas harian (daily), to-do, dan menambahkan custom reward yang bisa kita atur sendiri seperti nonton film, main game, dsb. Selain itu ada fitur social seperti komunitas, challenge official maupun dari user lain.

Task HabitRPG milik saya
Task HabitRPG milik saya

Challenge HabitRPG

Secara tidak langsung, aplikasi ini memberikan manfaat tersendiri untuk pengembangan diri saya. Saya mulai intropeksi habit-habit jelek yang saya miliki, dan berupaya mencari habit-habit baru yang berguna untuk pengembangan diri saya. Setiap kali saya melakukan habit jelek, akan ada penalti, dan setiap kali melakukan habit bait, ada nilai plus. Sungguh menjadi reward dan punishment tersendiri untuk pribadi saya. Selain itu fitur-fitur social nya juga sangat menarik, seperti menerima challenge dari user lain untuk kita jalankan.

Sebagai penutup, sebuah aplikasi seperti HabitRPG hanyalah aplikasi biasa jika tidak disertai niat dan motivasi dari pribadi kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Selamat menggunakan HabitRPG! Semoga menjadi pribadi yang lebih baik. 🙂

[Renungan] Apa Tujuan Hidupmu?


Minggu ini, saya mengalami minggu yang berbeda dari biasanya. Mulai minggu ini, saya mulai full-time berada di kost-an Jakarta, dari Senin-Jumat, plus Sabtu/Minggu jika tidak kembali ke rumah saya di Bekasi.

image
Kost saya di Kebon Kacang

image

Minggu ini juga saya akhirnya memulai perkenalan dengan SEP (Sekolah Evangelisasi Pribadi) Mudika di Shekinah, Jakarta. Saya baru saja melalui tahapan wawancara.

image

image

image

Minggu ini juga, saya disibukkan dengan pekerjaan sebagai Game Programmer di Touchten, di mana saya harus mengupdate project Redhead Redemption yang sedang dikerjakan saat ini. Dan tidak jarang, saya bahkan harus sampai lembur dan menginap di kantor. Saya berusaha tidak mengeluhkan semua itu, namun sebaliknya saya berusaha bersyukur atas segala pekerjaan dan tanggung jawab yang saya miliki saat ini.

Sesuai dengan judul blog post kali ini, saya akan membahas pertanyaan yang sering kita dengar dalam hati kita masing-masing, “Apa Tujuan Hidupmu?”. Bertepatan dengan bacaan Injil hari ini, Yohanes 1:35-42 tentang Murid-Murid Yesus yang Pertama, yang berisi tentang pertanyaan Yesus kepada kedua muridnya, Simon dan Andreas, dan jawaban mereka untuk mengikuti Yesus.

Banyak godaan dan tantangan yang saya alami untuk menjadi pengikut Tuhan saat ini, terlebih di era yang serba praktis, instan, ajakan-ajakan duniawi untuk jauh dari Tuhan, persaingan tidak sehat, dan lain sebagainya. Maka ketika ditanya, apa tujuan hidup saya? Di usia saya saat ini,  sejujurnya saya belum menemukan jawaban yang benar-benar dari hati saya. Oleh karena itu, saya tidak tinggal diam ketika tahu saya masih dalam kebimbangan mencari tujuan dan arti hidup saya. Hal-hal kecil yang bisa saya lakukan dimulai dari hal-hal seperti, loyalitas dan tanggung jawab terhadap pekerjaan saya saat ini, mulai mencari tahu kegiatan-kegiatan rohani di luar kegiatan rutin mingguan Gereja (Retret, Bible Camp, Persekutuan Doa,
SEP, dan sebagainya), melakukan hal-hal kecil dengan cinta kasih yang besar, memberi senyum selamat pagi kepada orang yang berpapasan baik dikenal maupun tidak dikenal, membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain.

Cerita yang saya dapat hari ini dari Oase Rohani Cakrawala FM jam 6 pagi, tentang seorang yang bertanya, “Apakah Surga dan Neraka itu ada? Karena setiap orang meninggal pasti disebut, semoga amal dan ibadahnya diterima di sisiNya”. Seorang yang lain menjawab, bahwa tidak ada salahnya manusia melakukan hal-hal baik, beramal, beribadah, melayani dan mengasihi sesama. Jika Surga Neraka itu tidak ada, toh manusia itu sudah mengalami sukacita semasa hidupnya. Namun seandainya memang ada, anggaplah itu sebagai bonus atas hal-hal yang memang semestinya kita lalukan di dunia.

Dqlam perumpamaan lain, seperti saat saya mencintai seorang perempuan, yang bisa saya lakukan adalah mencoba mengasihi dia, peduli kepadanya, tanpa memikirkan apakah nanti saya dan dia bisa menjalin hubungan yang lebih serius. Seandainya ditolak, saya seharusnya tidak merasa sakit yang terlalu lama karena saya sudah mengalami sukacita dengan mengasihi dia. Dan seandainya diterima, maka saya akan mengalami ‘bonus’ yang luar biasa dalam hidup saya.

Jadi, yang bisa saya jawab saat ini, tujuan dan arti hidup saya adalah mencari Tuhan, berbagi sukacita dan kabar baik dengan sesama, dan tidak jemu-jemunya bertanggung jawab atas segala hal yang kita lakukan saat ini. Tahun 2015 sebagai Tahun Syukur dan Tahun Hidup Bakti dalam Gereja Katolik, seyogyanya saya gunakan untuk lebih mendalami tujuan dan arti hidup saya saat ini.

Nah, bagaimana dengan kalian? Apa tujuan hidupmu?

Sekian sharing renungan pribadi saya minggu ini. Semoga ada berkat bagi teman-teman yang membaca.
Tuhan berkati.

Salam jiwa muda! 🙂