Sedikit kisah dari T4T dan Bible Camp K3S KAJ


Tanggal 7-9 November 2014 yang lalu, saya baru saja mengikuti kegiatan Training for youth bible Trainers (T4T) dan Bible Camp dari Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Banyak pengalaman baru tentang iman dan kitab suci yang saya dapat, dan dalam blog post ini saya akan berbagi sedikit pengalaman yang saya dapat. image

Berangkat dari rumah sekitar pukul 12.30 dan tiba di Katedral pukul 14.00. Saya menggunakan sarana transportasi KRL Jabodetabek dari stasiun Bekasi dan turun di stasiun Juanda, lalu berjalan kira-kira 1km menuju Gereja Katedral. Cukup cepat bukan? Karena saya tiba lebih awal, saya punya banyak waktu luang untuk browsing-browsing tentang kegiatan T4T dan Bible Camp dari KAJ, dan makan siang di sini.

Tak lama kemudian, saya bertemu dengan beberapa teman dan panitia yang datang lebih dulu. Meigi selaku ketua pelaksana acara ini, mulai absensi beberapa peserta. Bus pun berangkat jam 18.00 hari Jumat sore. Macet pun melanda perjalanan kami, tiba di Sentul pukul 22.00. Lalu karena satu kendala, kami harus menyambung angkutan umum untuk tiba di lokasi acara. Kira-kira 30 menit sampai lokasi acara. Di dalam angkutan umum yang saya tumpangi, ada yg mengeluh, menggerutu, bersungut sungut, kenapa sih begini kenapa sih begitu, panitia nya gimana sih persiapannya?

Namun setibanya di lokasi acara, semua rasa negatif tersebut pun hilang, kami dihibur acara Ice Breaking oleh ka Waldo selaku panitia. Game dalam Ice Breaking ini bertemakan suit antara kelompok A dan B bertemakan Samson vs Harun vs Delila. Tiap-tiap kelompok menirukan gerakan yang diperagakan oleh ka Waldo mewakili masing-masing tokoh. Dan dari 3 tokoh tersebut bisa menang atau kalah dari 2 tokoh lainnya layaknya suit batu gunting kertas. Kecerdikan dan kekompakan kelompok diuji di sini. Keceriaan hadir setelah suasana kurang menyenangkan di angkutan umum sebelumnya.

Game selanjutnya, dikomandoi oleh ka Rocky. First impression melihat kakak panitia yang satu ini, berwibawa, humoris, bisa bermacam-macam ekspresi wajah, sangat menghibur. Game kali ini adalah perkenalan sesama peserta yang mayoritas belum saling kenal. Diiringi lagu, kami harus mencari peserta lain yg tidak kami kenal, lalu menanyakan nama, hobi, makanan kesukaan. Kemudian beberapa dari peserta dipanggil ke depan, diuji ingatannya tentang teman yang baru diajak berkenalan tadi.

Setelah selesai acara Ice Breaking ini, pembagian cottage (tempat tidur) oleh panitia dilakukan. Cottage untuk laki-laki dibagi 2 tempat, satu tempat menampung kira-kira 10-15 orang. Suasana kamping pun terasa disini. Lalu diperkenalkan juga sistem Angel dan Mortar oleh panitia, sistem ini mengajak kita menjadi sosok Angel yang lebih peduli kepada peserta lain yang menjadi Mortar kita. Angel dan Mortar tidak saling mengetahui, dan akan diumumkan di akhir acara.

Pagi hari kami kemudian berdoa bersama, dan memulai sesi sharing kitab suci, perikop yang diambil adalah dari kitab Kejadian, “Di Saba dan Meriba”, tentang Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi bangsa tersebut mengeluh karena merasa dibohongi Musa dimana mereka dibawa ke Padang Gurun dengan kondisi kekurangan air. Musa berdoa kepada Tuhan dan diberikan jalan untuk masalah tsb dengan mengetuk tongkat nya ke batu dan keluar lah air dari situ. Pada sesi sharing ini saya tergabung bersama kelompok Simeon, yang mayoritas adalah perempuan, diisi dua orang laki-laki termasuk saya. Metode yang digunakan untuk sesi sharing kitab suci ini adalah metode BAPAK.

Sharing saya di kelompok ini tentang pengalaman kecopetan dompet, bagaimana aku kecewa pada Tuhan, namun di sisi lain belajar untuk memaknai setiap kejadian sebagai rencana Tuhan. Lalu saya juga mengumpamakan kejadian ini seperti perjalanan kami ke tempat acara.

Sesi ke 2 dari ko Irhandi selaku tim senior dari K3S KAJ, bercerita tentang Alkitab, bagaimana cara membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Ko Ir juga berpesan, jika kelak kita menjadi orang tua, ajarkan anak kita tentang Alkitab sejak dini. Karena dari Alkitab lah kita mengenal sosok Tuhan sesungguhnya.

Lalu sesi selanjutnya dari Romo Sigit, SVD yang tinggal di Matraman mengurusi ekspor para Romo SVD ke luar negeri. Romo Sigit sharing tentang pengalaman nya dimana ada umat yang butuh bantuan dana, tapi dia sendiri tidak punya uang. Akan tetapi dengan rahmat dan kuasa Tuhan, ada saja orang baik yang akhirnya membantu dana lewat Stipendium, transfer, dan sebagainya. Romo Sigit juga menekankan tentang pentingnya berbagi dan melayani. Bagaimana ia ditugaskan pelayanan di daerah terpencil Kalimantan.

Pertanyaan tentang apa itu pelayanan? Saya jawab sebagai berikut: berbagi waktu untuk Tuhan dan sesama. Lebih lengkapnya, berbagi waktu, tenaga, hati, dan pikiran untuk Tuhan dan sesama. Romo Sigit berpesan agar setiap umat Kristiani siap dipanggil untuk melayani, siap untuk menjadi jadi pelayan Tuhan dan sesama.

Makan siang hari Sabtu, kami mendapat makanan namun kekurangan air minum, tenggorokan terasa seret. Namun ternyata ini bagian dari rencana panitia, untuk menggambarkan suasana bangsa Israel yg kekurangan air di padang guru bersama Musa. Kita dituntut untuk bersabar menunggu air minum. Sampai akhirnya sosok Musa datang (diperankan oleh Meigi), mengetuk batu (properti) dan keluarlah air.
image

Menjelang sore hari, ada sesi hipnosis dari ka Waldo. Hipnosis ini bertujuan untuk melatih orang fokus dalam menjalani perannya. Beberapa peserta, kebanyakan perempuan, akhirnya berhasil menerima sugesti dari hipnosis Ka Waldo. Menurut ka Waldo, para peserta yang terkena sugestinya inilah orang-orang yang memiliki fokus lebih.

Lalu sesi hipnosis kedua, dua orang laki-laki dan perempuan duduk saling berhadapan, perempuan disugesti merenungkan pengalaman sedihnya, dan berupaya untuk melupakan pengalaman sedihnya dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Sesi sore Romo Romanus meminta kita menampilkan karya kreatif tentang perikop Alkitab. Kelompok kami, Simeon, menyiapkan Breaking News Musa membelah laut Teberau, saya berperan sebagai Musa. Lalu menyanyikan secara berkelompok lagu  T4T dengan gaya kelompok kami.

Sesi Sabtu malam adalah makan malam kreatif, dimana piring yg kita ambil ternyata milik orang lain. (update makna) Di sesi ini memberikan makna agar kita mau berbagi dan bersyukur. Harus bisa berbagi karena sebenarnya itu bukan milik kita, harus rela memberi yang kita punya. Dan bersyukur dengan apapun pemberian dari Tuhan melalui sesama.

Sesi malam kreatif, 8 kelompok menampilkan masing-masing karya kreatif mereka. Masing-masing kelompok ini mewakili perikop Musa dari lahir, pembuangan di Mesir sampai Musa menyelamatkan bangsa Israel. Semua peserta memainkan perannya dengan cukup baik, beberapa di antaranya ada yang gugup. Namun kami semua sangat terhibur dengan karya-karya kreatif dari masing-masing kelompok. Di sesi inilah, kami bisa melihat talenta-talenta berperan dalam diri masing-masing peserta.

Setelah malam kreatif, suasana diubah menjadi keheningan dan kegelapan dengan terang-terang lilin bercahaya. Kami bersama mulai merenungkan masing-masing kisah Musa dan memilih 1 dari 8 kisah Musa yang paling masuk dalam hidup kita saat ini. Saya memilih kisah 5, yaitu tentang Musa membelah laut Merah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Kisah ini mengajarkan bahwa dalam segala sesuatunya, kami harus mengandalkan Tuhan. Dalam kelompok kurang lebih 10 orang dipimpin oleh salah satu kakak panitia, kami saling sharing pengalaman dan keluh kesah kami di sini. Kami saling berdoa dan saling menguatkan satu sama lain.

Hari Minggu pagi, kami diajarkan tari bunga mekar. Sesi ini mengajarkan tentang kondisi kita saat ini sebagai pengikut Kristus. Apakah kita dalam kondisi sedang dibentuk, mekar, atau gugur. Saya menggambarkan diri saya saat ini sedang dibentuk menjadi bunga yang akan mekar, karena merasa sampai saat ini pelayanan dan niat saya untuk melayani masih penuh kekurangan dan berusaha membentuknya sampai benar-benar mekar.

Dan sesi terakhir yang paling melelahkan tiba. Minggu pagi menjelang siang, aktivitas outbound seperti Bible Camp pada umumnya, kami akan memainkan 8 games yang masing-masing menggambarkan 8 kisah Musa. Kelompok yang dibentuk bersifat acak berdasarkan mini game dari Ka Rocky. Kelompok saya terdiri dark Della, Winda, Fiko, Adrian, Anes, Enlik, dan Anas. Tiga laki-laki dan empat perempuan. Bingung dalam memilih nama kelompok kami, akhirnya salah satu dari kami (Winda kalau tidak salah ingat) mengajukan “budak mesir”, dan kami semua setuju sambil tertawa-tawa. Dalam setiap game kami siap untuk kotor-kotoran dan kerja sama dalam kelompok. Setelah kalah secara beruntun di game-game awal, kami akhirnya mendapatkan beberapa kemenangan. Sesi outbound ini sungguh melelahkan, namun menjadi pengalaman tidak terlupakan dalam memahami Kitab Suci melalui game-game sederhana. image image

Dan akhirnya sesi pengumuman pemenang dan persiapan pulang ke Jakarta. Lalu pemberitahuan siapa saja Angel dan Mortar. Angel saya saat itu adalah Giu, dan Mortar saya adalah Allen. Kami semua berfoto bersama dan bersiap untuk pulang. Saya secara pribadi merasa sangat puas dan bermanfaat setelah mengikuti acara T4T ini.

“Siap berbagi, siap melayani! ” 🙂

Sebagai penutup, saya sisipkan video lagu “Pekerja Kristus” yang sering dinyanyikan oleh para tim Bible Tea K3S KAJ (FYI, video ini ternyata hasil unggahan dari Ka Rocky, panitia paling heboh dalam acara T4T ini)

BONUS: lirik lagu “T4T Asyik”, lagu tema selama acara T4T.

T4T Asyik
3 hari 2 malam kita bersama-sama berkumpul di sini
Datang dari berbagai Paroki diutus membawa misi rohani
Kita diundang untuk belajar disini bersama tim K3S
Gaul sama teman-teman bersama pembimbing, gaul bareng Romo .. Romanus

Mungkin kita ‘gak tau ada di sini
Mungkin kita ‘gak tau mau ngapain
Mungkin kita merasa asing di sini
Tapi kita yakin …. hey ….

Reff:
T4T tempat untuk kita berlatih
T4T membuat kita jadi mengerti
T4T mengerti tentang kitab suci
T4T menjadikan kita berarti.

Quick Update:
Perbaikan beberapa nama
Penambahan makna makan malam kreatif

Advertisements

2 thoughts on “Sedikit kisah dari T4T dan Bible Camp K3S KAJ

  1. Kereeeeeeeeen. Detail… hanya ada nama yg salah
    pa Irhandi dan Waldo hehehe. Tp kreatif dalam menceritakan. Seperti kembali lagi saat acara.

    penambahan aja. Pas makan malam kreatif itu maknanya agar kita mau berbagi dan bersyukur.
    Harus bisa berbagi karna sebenarnya itu bukan milik kita, harus rela / memberi yg kita punya. Dan bersyukur dgn apapun pemberian dari Tuhan melalui sesama….

    yg lainnya keren ko penjelasannya… o iya. Gw bukannyaa terkenal paling Wibawa. Itu salah ketik sepertinya….

    terus berusaha utk jadi Pekerjanya ya…. Mat 6:33.
    Kita sama2 belajar….

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih ka Rocky untuk komentar dan sarannya!

      Sudah diupdate beberapa kesalahan penulisan nama.

      Detail karena langsung kutulis setelah acara, hehe. Memori manusia terbatas, jadi dengan blog dan tulisan seperti ini, kita bisa nostalgia sm acara. 🙂

      Semangat untuk pelayanannya untuk Ka Rocky dan teman-teman Bible Tea lainnya!
      Siap menjadi pekerja Kristus! 🙂
      Tuhan berkati

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s